Petugas Damkar tengah memadamkan api pada Kamis (1/1) dini hari.(BP/istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Malam pergantian tahun yang identik dengan pesta kembang api diwarnai kejadian kebakaran yang terjadi di Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Dua palinggih Pura Puseh terbakar, Kamis (1/1) dini hari diduga dipicu residu kembang api yang mengenai atap ijuk bangunan suci tersebut.

Informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 03.21 Wita. Posisi yang terbakar adalah bagian atap gedong sesuwunan Ratu Ayu dan satu palinggih yang sama-sama beratapkan ijuk. Kerugian ditafsir mencapai Rp 150 juta.

Baca juga:  Pilkada 2020, Bawaslu Ingatkan ASN Hati-Hati Gunakan Medsos

Kabid Pemadam Kebakaran Bidang IV Satpol PP Tabanan, I Wayan Suakta seijin Kasatpol PP mengatakan kebakaran pertama kali diketahui warga setempat yang kemudian melaporkannya ke petugas melalui sambungan telepon.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Damkar langsung bergerak menuju lokasi. “Personel berangkat pukul 03.23 Wita dan tiba di lokasi sekitar pukul 03.40 Wita. Api berhasil dikendalikan dengan cepat sehingga tidak merembet ke bangunan lain,” ujar Suakta.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Satpol PP Tabanan mengerahkan satu unit mobil pemadam dengan dukungan tujuh personel, terdiri atas tiga personel Regu II dan empat personel tambahan yang langsung menuju lokasi kejadian. Proses pemadaman dan pendinginan menghabiskan satu tangki air.

Baca juga:  Ngaben di Setra Desa Sukawati Diwarnai Insiden Kebakaran, Dua Mobil Damkar Dikerahkan

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyebab kebakaran diduga kuat akibat residu kembang api yang mengenai atap ijuk bangunan suci tersebut. “Ini masih perkiraan awal, namun indikasinya mengarah ke residu kembang api,” katanya.

Beruntung, kata Suakta tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta. Suakta menyebut kesigapan warga setempat turut membantu menekan dampak kebakaran agar tidak semakin meluas.

Baca juga:  Jelang Galungan, Krama Pandak Gede Gelar Tradisi Sembelih 8 Ekor Kebo

Kelian Dinas Banjar Jadi Desa I Putu Gede Sujadi membenarkan adanya kebakaran tersebut. Dugaan awal disebabkan karena residu kembang api. “Warga memang tidak melihat secara jelas, namun ada kemungkinan akibat kembang api, karena semalam ada perayaan tahun baru banyak warga hidupkan kembang api,” tegasnya. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN