Taman Soekesada Ujung. (BP/Dokumen)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Tutupnya objek pariwisata akibat pandemi covid-19 benar-benar membuat pihak pengelola objek wisata gigit jari. Seperti yang dialami oleh objek wisata Taman Soekesada Ujung. Mau tidak mau pengelola terpaksa menunggak gaji karyawan termasuk BPJS Ketenagakerjaan akibat tidak ada pemasukan sama sekali alias nihil.

Manajer Taman Soekesada Ujung, Ida Made Alit, mengungkapkan, kalau pihaknya secara terpaksa menunggak gaji karyawan. Termasuk menunggak pembayaran BPJS Ketenagakerjaan karena tidak ada pemasukan sama sekali akibat pariwisata ditutup akibat pandemi covid-19.

Baca juga:  Dinkes Gianyar Gelar Fogging, Minimalisir Nyamuk Aedes Aegypti di Desa Belega

“Jumlah karyawan di Taman Soekasada 47 orang.Gaji karyawan kami nunggak selama sebulan, yakni pada bulan Agustus 2021. Sementara untuk BPJS Ketenagakerjaan pada selama dua bulan, yaitu pada Juli dan Agustus. Anggaran cadangan yang disiapkan sudah habis semua,”Ucapnya.

Made Alit, menjelaskan, sebelumnya pihaknya sudah berkomunikasi dengan karyawan terkait kondisi ini. Mereka semua memahami dan menerima situasi sepeerti ini. “Untuk tunggakan gaji rencana kita bayarkan jika ada pemasukan,” jelasnya.

Baca juga:  Tunjukkan Komitmen Dukung Pelestarian Budaya, INSTIKI Hadirkan Karya Inovatif di Bulan Bahasa Bali VIII

Atas kondisi ini, Made Alit sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah. Pasalnya, Taman Soekasada merupakan cagar budaya yang harus ditata dan diselamatkan ditengah pandemi COVID. “Minimal pemerintah bisa memberi bantuan untuk perawatan serta biaya operasional setiap hari,” harapnya. (Eka Parananda/Balipost).

BAGIKAN