Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI yang dipantau secara virtual dari Jakarta, Rabu (25/8/2021). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Sejumlah negara pengguna vaksin COVID-19 berplatform messenger-RNA (mRNA) dilaporkan mengalami kenaikan kasus terkonfirmasi harian. Hal itu dikemukakan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

“Kami sudah membandingkan dengan negara lain, kita melihat bahwa memang virus ini sulit ditebak perilakunya,” kata Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI yang dipantau secara virtual dari Jakarta, Rabu (25/8), dkutip dari kantor berita Antara.

Budi mengatakan negara tersebut adalah Amerika Serikat dengan tingkat vaksinasi COVID-19 dosis kedua sebanyak 51 persen dan Israel dengan laju vaksinasi hingga 63 persen. “Amerika Serikat tetap terjadi kenaikan yang cukup tinggi bahkan sempat hampir menyentuh angka 200 ribu kasus konfirmasi per hari, di mana gelombang sebelumnya mereka sempat terkena angka 250 ribu per hari,” katanya.

Baca juga:  Lewat Video Klip ‘Bali’, Rich Brian Ajak Masyarakat Indonesia Donasi ke #SumbangSuara

Budi mengatakan jumlah pasien di Amerika Serikat yang dirawat di rumah sakit juga terus mengalami kenaikan hingga mencapai 70 persen dari gelombang sebelumnya.

Namun angka kematian di Amerika Serikat, kata Budi, relatif lebih rendah meskipun masih menunjukkan tren penambahan kasus.

Budi mengatakan situasi yang sama juga terjadi di Israel sebagai salah satu negara dengan pencapaian dosis kedua vaksinasi yang sudah sangat tinggi. “Tapi sejak masuknya varian Delta, baik Amerika Serikat maupun Israel tetap ada kenaikan yang cukup tinggi. Bahkan di Israel sudah mendekati puncak kasus sebelumnya sekitar 80 persen,” katanya.

Baca juga:  Sehari Nihil, Korban Jiwa COVID-19 Bali Bertambah Lagi

Situasi tersebut juga diikuti oleh warga Israel yang harus dirawat di rumah sakit. Pun dengan laporan kasus kematian yang mulai memperlihatkan penambahan, kata Budi.

Ia mengatakan situasi pandemi COVID-19 di Inggris juga sedang mengalami peningkatan. Namun situasi yang membedakan dengan Amerika Serikat dan Israel adalah angka pasien yang dirawat di rumah sakit lebih landai. “Inggris lebih landai dari segi perawatan dan juga dari kematian. Perbedaan dari tiga negara ini adalah Amerika Serikat dan Israel lebih besar porsi vaksin mRNA,” katanya.

Baca juga:  Kenaikan Jumlah Pasien Positif Mingguan Cukup Tinggi, PPKM Diminta Jadi Upaya Tekan Laju Kasus

Sedangkan di Inggris, kata Budi, lebih besar komposisi penggunaan vaksin AstraZeneca berplatform inactivated virus atau virus yang dimatikan. “Beberapa hasil riset yang kami perhatikan memang menyebutkan bahwa efikasi terhadap varian Delta memang terjadi penurunan yang cukup drastis dari vaksin yang berbasis teknologi mRNA,” katanya.

Sementara itu, vaksin berplatform mRNA yang saat ini digunakan di Indonesia di antaranya Pfizer dan Moderna. (Kmb/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *