Aktivitas warga yang membeli kebutuhannya di pedagang Unit Pasar Cokro Kota Denpasar. Beberapa pangan di pasar tradisional mulai mengalami peningkatan permintaan menjelang Hari Raya Galungan. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Beberapa harga bahan pokok di pasaran riskan mengalami kenaikan jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Bahkan komoditi impor yakni bawang putih dan kedelai sudah naik. Demikian beberapa komoditi pasar lainnya turut diwaspadai kenaikannya dikarenakan tingginya permintaan.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, harga bawang putih saat ini sudah mencapai Rp45.000 per kilogram, dari lima hari sebelumnya Rp34.000 per kilogram. Kemudian kedelai impor saat ini sudah mencapai Rp15.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp12.000 per kilogram.

Kepala Disperindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, Rabu (10/6) mengatakan, selain dikarenakan kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah, naiknya harga komoditi impor ini juga disebabkan tingginya permintaan jelang Galungan.

Baca juga:  Waspadai Gelombang 2,5 Meter di Selat Bali dan Selat Lombok

Selain komoditi impor tersebut, ia juga mengatakan, beberapa komoditi lainnya juga diwaspadai mengalami kenaikan jelang Galungan ini.

Seperti halnya cabai rawit, bawang merah, bawang putih, cabai besar dan daging babi. Selain komoditi tersebut, kenaikan bunga dan janur juga sangat diwaspadai jelang Galungan ini. Serta buah-buahan yang juga banyak permintaan jelang hari raya umat hindu diwaspadai mengalami kenaikan. Seperti pisang, jeruk Kintamani, apel fuji hingga pear.

“Daging ayam dan tomat juga rawan. Ini karena permintaan cenderung meningkat jelang hari raya,” katanya.

Baca juga:  Kuningan, Tiga PKBM Gelar UNBK Paket C

Dalam upaya menekan laju kenaikan komoditi tersebut, Sri Utari mengatakan, pihaknya menggelar pasar mudah di desa/kelurahan di setiap kecamatan.

Selain itu, Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar juga dikatakannya memberikan subsidi pada komoditi yang mengalami kenaikan. Disinggung terkait ketersediaan stok, Sri Utari mengatakan, ketersediaan masih aman. “Semoga cuaca mendukung agar pasokan lancar,” katanya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi mengatakan, dalam upaya pengendalian harga dan inflasi di Kota Denpasar, ada 4 hal yang harus dipastikan berjalan dengan baik, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

Bersama instansi terkait Pemkot Denpasar melakukan beberapa upaya, seperti operasi pasar, pemantauan SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok), Pemantauan harga bahan pokok dan bahan penting, pemantauan ketersediaan dan pangan pokok, bazar pangan, pemantauan ke distributor serta pasar murah.

Baca juga:  Makin Baik, Sinergi Penanganan COVID-19 di Bali

“Selain itu juga ada kerjasama Perumda Pasar Sewakadarma dengan Perumda Sajayaning  Singasana Kabupaten Tabanan dalam mensuplai produk beras,” katanya.

Selain itu, dalam hal komunikasi Pemkot Denpasar juga rutin mengikuti rakornas mingguan yang dilaksanakan Kemendagri, melaksanakan HLM TPID dan TP2DD hingga menyampaikan laporan data SP2KP kepada Kementerian Perdagangan. Selain itu upaya lainnya yakni menanam tanaman pangan seperti padi hingga bawang. (Widiastuti/bisnisbali)

Foto : eka

BAGIKAN