Tangkapan layar peta sebaran COVID-19 di Bali. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Angka kematian akibat COVID-19 Bali makin tinggi. Pada Jumat (20/8), kematian yang dicatatkan Bali mencapai 73 orang.

Ini, merupakan sebuah rekor baru bagi Bali sejak pandemi melanda sekitar 17 bulan lalu. Sebelumnya, rekor tambahan kematian harian sebanyak 66 orang dicapai pada Rabu (18/8).

Data Satgas Penanganan COVID-19 Bali memperlihatkan ada 8 kabupaten/kota melaporkan tambahan kematian. Zona merah Denpasar mencatatkan tambahan terbanyak, 33 orang. Disusul Gianyar 13 orang dan Badung sebanyak 9 orang.

Sementara itu, Buleleng melaporkan 7 kasus meninggal, Tabanan 4 orang, Bangli 3 orang, Karangasem dan Jembrana masing-masing bertambah 2 orang.

Kumulatif korban jiwa mencapai 3.006 orang. Rinciannya 3.000 WNI dan 6 WNA.

Posisi lima teratas dengan jumlah warga meninggal karena COVID-19 terbanyak adalah Denpasar 711 orang, Badung 492 orang, Tabanan 433 orang, Buleleng 417 orang, dan Karangasem 239 orang. Sedangkan posisi keenam hingga sembilan adalah Gianyar 203 orang, Bangli 178 orang, Jembrana 175 orang, dan Klungkung 122 orang. Terdapat juga 30 warga kabupaten lain yang meninggal karena COVID-19 di Bali.

Baca juga:  Ada yang Ganjil di Wisuda Unud

Tambahan Kasus

Sementara itu, tambahan kasus yang dilaporkan Bali, mencapai 1.039 orang. Terdiri dari 849 transmisi lokal, 186 pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), dan 4 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Untuk kumulatifnya, warga terinfeksi COVID-19 di Bali sudah mencapai 100.708 orang. Rinciannya 87.809 transmisi lokal, 12.168 PPDN, dan 731 PPLN.

Peringkat lima besar kabupaten/kota dengan kumulatif kasus terbanyak adalah Denpasar 34.014 orang, Badung 18.181 orang, Tabanan 10.075 orang, Gianyar 9.823 orang, dan Buleleng 9.532 orang. Untuk peringkat enam hingga sembilan diisi Jembrana 5.275 orang, Bangli 4.278 orang, Karangasem 3.549 orang, dan Klungkung 3.483 orang.

Baca juga:  Belum Ada Kepastian, Kaji Ulang Pelabuhan Gunaksa

Warga kabupaten lain yang tertular COVID-19 di Bali mencapai 2.193 orang. Sementara untuk WNA, jumlahnya mencapai 305 orang.

Untuk tambahan kasus baru ada di seluruh kabupaten/kota. Tiga zona merah dan satu orange menambahkan kasus 3 digit. Yaitu Denpasar 298 orang dan Badung 188 orang, Tabanan 126 orang, dan Gianyar 125 orang.

Sebanyak 5 kabupaten melaporkan tambahan 2 digit. Rinciannya Buleleng 83 orang, Jembrana 73 orang, Karangasem 58 orang, Bangli 42 orang, dan Klungkung 41 orang.

Selain itu, ada 5 warga dari kabupaten lain dilaporkan terkonfirmasi.

Tambahan pasien sembuh yang dicatatkan Bali masih lebih banyak dari kasus baru. Jumlahnya mencapai 4 digit, yakni sebanyak 1.245 pasien dinyatakan sembuh. Kumulatifnya mencapai 87.315 orang.

Baca juga:  Wujudkan "Quality Tourism," Bappenas Rancang "Forbidden City" di Ubud

Ada 3 kabupaten/kota yang melaporkan kesembuhan hingga 3 digit. Rinciannya Denpasar 574 orang, Badung 220 orang, dan Buleleng 143 orang.

Sedangkan, tambahan pasien sembuh 2 digit dilaporkan 6 kabupaten. Yaitu Tabanan 85 orang, Gianyar 73 orang, Karangasem dan Jembrana 48 orang, Bangli 36 orang, dan Klungkung 14 orang.

Warga luar Bali sebanyak 3 orang juga dilaporkan sembuh.

Kasus aktif berkurang sebanyak 278 orang. Pasien yang masih dirawat saat ini mencapai 10.387 orang.

Lima besar kasus aktif terbanyak adalah Denpasar 3.384 orang, Badung 1.806 orang, Tabanan 1.280 orang, Gianyar 982 orang, dan Buleleng 758 orang.

Posisi keenam hingga sembilan adalah Karangasem 620 orang, Bangli 569 orang, Jembrana 478 orang, dan Klungkung 431 orang. Warga kabupaten lainnya sebanyak 79 orang. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *