Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. (BP/Antara)

KUALA LUMPUR, BALIPOST.com – Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin akan membuat pengumuman khusus pada Senin (16/8). Ini akan dilakukannya usia bertemu Raja Malaysia di Istana Negara.

“Insya Allah besok ada pengumuman apa pun yang kita tunggu besok,” kata Anggota Dewan Pimpinan Tertinggi Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM), Mohd Redzuan Md Yusof di Kuala Lumpur, Minggu (15/8), dikutip dari Kantor Berita Antara.

Rapat yang dipimpin Muhyiddin Yassin selaku Presiden PPBM tersebut berakhir pukul 11.00 ​​pagi. Pertemuan selama dua jam itu berlangsung di Publika Shopping Gallery yang menjadi Markas Besar Perikatan Nasional (PN) dan kantor Sekjen Bersatu, Hamzah Zainudin.

Baca juga:  Ismail Sabri Dilantik Jadi PM Malaysia

Rapat membahas arah dan apa yang akan terjadi jika Muhyiddin Yassin mengundurkan diri sebagai perdana menteri. Menurutnya, Muhyiddin sudah memberikan opsi terakhir dalam pesan Jumat lalu semata-mata untuk kepentingan rakyat dalam krisis saat ini.

“Kami melihat ada kelompok yang tidak bertanggung jawab untuk menjamin rakyat digadaikan,” katanya.

Dia mengatakan perdana menteri telah mengkaji setiap pilihan terakhir semata-mata untuk kepentingan rakyat dalam keadaan krisis sekarang ini.

Baca juga:  Empat Partai Peraih Kursi Terbanyak Ajukan Usulan Nama Pimpinan DPRD Bali

“Tetapi kita akur dengan undang-undang dan sekiranya menarik dukungan atas kepentingan pribadi tanpa memperhatikan kepentingan rakyat maka harus diurus dengan baik,” katanya.

Menteri Tugas Khusus tersebut menjelaskan setelah ini terserah Yang di-Pertuan Agong untuk menentukan langkah selanjutnya untuk menyejahterakan rakyat.

Sementara itu, Wakil Presiden Bersatu yang juga Penasihat Khusus Perdana Menteri saat ditemui menolak membeberkan detail pertemuan tersebut.

Dikatakannya, yang dibahas adalah terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Baca juga:  PM Malaysia Main Golf di BNR

Jumat lalu, Muhyiddin menawarkan kerja sama lintas partai antara pemerintah PN dan pihak di luar pemerintah jika mosi percaya terhadapnya disetujui di Dewan Rakyat pada 7 September. Namun tawaran itu ditolak oleh mayoritas partai oposisi. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *