Ilustrasi. (BP/tomik)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Jumat (6/8) ini, dilaporkan tambahan korban jiwa sebanyak 46 orang. Seluruh kabupaten/kota melaporkan tambahan kematian karena COVID-19. Juga ada 4 warga luar Bali yang dilaporkan meninggal.

Dilihat dari data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, tambahan korban jiwa terbanyak dilaporkan zona merah Denpasar sebanyak 13 orang. Disusul di urutan kedua adalah Tabanan sebanyak 7 orang.

Kemudian Badung melaporkan 6 korban jiwa. Karangasem melaporkan 5 korban jiwa, Buleleng 4 orang, Bangli 3 orang, Jembrana 2 orang, Gianyar dan Klungkung masing-masing 1 korban jiwa.

Tabanan sudah 31 hari mencatatkan korban jiwa. Kumulatifnya menjadi 164 orang. Jika dirata-ratakan, per hari kematiannya mencapai 5,2 kematian.

Tiga belas pasien meninggal dilaporkan Denpasar terdiri dari 7 pria dan 6 perempuan. Usianya antara 45 hingga 80 tahun.

Hanya 4 orang yang menderita penyakit penyerta. Jenisnya diabetes, stroke, epilepsi, dan gangguan jantung. Sebanyak 9 orang meninggal hari ini, sedangkan sisanya meninggal pada 5 Agustus.

Tujuh pasien meninggal dilaporkan Tabanan, terdiri dari dua perempuan dan 5 pria. Usianya antara 29 hingga 79 tahun.

Baca juga:  Rekrutmen Polisi, Kapolda Ingatkan Jangan Cari Bantuan

Penyakit Penyerta

Seluruhnya memiliki penyakit penyerta. Jenisnya sesak, tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, diabetes, dan paru. Lima orang dilaporkan meninggal hari ini, satu pada 5 Agustus, dan seorang lagi pada 10 Juli tapi baru dicatatkan 27 hari kemudian, 6 Agustus.

Enam pasien meninggal dilaporkan Badung terdiri dari 4 pria dan 2 perempuan. Usianya antara 57 hingga 80 tahun.

Seluruhnya memiliki penyakit penyerta. Jenisnya gangguan paru, ketidakseimbangan metabolik, diabetes melitus, gangguan jantung, dan ginjal. Keenam pasien meninggal hari ini.

Lima pasien meninggal dilaporkan Karangasem, terdiri dari 2 perempuan dan 3 pria. Usianya antara 42 hingga 79 tahun. Tiga meninggal pada 6 Agustus, satu orang pada 5 Agustus, dan seorang lagi pada 4 Agustus.

Empat pasien meninggal dilaporkan Buleleng, terdiri dari 2 pria dan 2 perempuan. Usianya antara 48 hingga 75 tahun.

Dua pasien memiliki komorbid. Jenisnya tekanan darah tinggi dan gangguan paru.  Seluruhnya meninggal hari ini.

Tiga pasien meninggal dilaporkan Bangli, terdiri dari dua pria dan satu perempuan. Usianya antara 62 hingga 77 tahun.

Baca juga:  Malam Puncak Sastra Saraswati Sewana Digelar "Hybrid"

Seluruhnya tidak berkomorbid. Dua pasien meninggal pada hari ini, sedangkan seorang lagi pada 5 Agustus.

Dua pasien meninggal dilaporkan Jembrana terdiri dari perempuan usia 75 tahun dan pria 54 tahun. Keduanya dirawat di RSU Negara.

Seluruhnya memiliki penyakit penyerta. Jenisnya tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan jantung. Pasien perempuan meninggal pada 5 Agustus, sedangkan pasien pria pada 6 Agustus.

Tak Berkomorbid

Pasien meninggal dilaporkan Klungkung merupakan pria berusia 62 tahun. Warga ini dirawat di RS Kasih Ibu Saba pada 1 Agustus namun terkonfirmasi pada 26 Juli. Pasien tak berkomorbid ini meninggal pada 6 Agustus.

Pasien meninggal dari Gianyar merupakan perempuan berusia 57 tahun. Warga ini dirawat di RSUD Bali Mandara pada 3 Agustus dan terkonfirmasi sehari setelahnya. Pasien dengan komorbid tekanan darah tinggi dan diabetes ini meninggal pada 6 Agustus.

Empat pasien meninggal dilaporkan dari luar Bali, terdiri dari 1 pria dan 3 perempuan. Usianya antara 2 bulan hingga 79 tahun.

Salah satu perempuan yang meninggal terpapar COVID-19 ini sedang hamil. Usianya 38 tahun dan dirawat di RSUP Sanglah. Pasien meninggal pada 9 Juli namun baru dicatatkan hampir sebulan kemudian, 6 Agustus.

Baca juga:  Target Tes COVID-19 Bali Dinaikkan, Kabupaten Ini Melonjak Jadi Seribuan Orang Per Hari

Sementara itu, satu orang perempuan masih berusia dua bulan. Bayi ini masuk RSUP Sanglah pada 1 Juli dan dirawat sebulan lebih hingga dinyatakan meninggal pada 6 Agustus.

Dua pasien lainnya memiliki komorbid. Jenisnya tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan jantung. Pasien pria meninggal pada 9 Juli namun baru dicatatkan hampir sebulan kemudian, 6 Agustus. Sedangkan pasien perempuan meninggal pada 5 Agustus.

Kumulatif korban jiwa mencapai 2.377 orang. Rinciannya 2.371 WNI dan 6 WNA.

Posisi lima teratas dengan jumlah warga meninggal karena COVID-19 terbanyak adalah Denpasar 550 orang, Badung 380 orang, Tabanan 359 orang, Buleleng 329 orang, dan Karangasem 176 orang. Sedangkan posisi keenam hingga sembilan adalah Gianyar 163 orang, Bangli 152 orang, Jembrana 134 orang, dan Klungkung 103 orang. Terdapat juga 25 warga kabupaten lain yang meninggal karena COVID-19 di Bali. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *