Vaksinator menunjukkan vaksin Moderna. (BP/eka)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Buleleng mulai melaksanakan vaksinasi dosis tiga untuk tenaga kesehatan. Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 yang juga Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd, Rabu (4/8), mengatakan, pihaknya menerima sebanyak 240 vial atau setara dengan 3.200 dosis.

Dengan kuota vaksin untuk nakes itu, sudah ada sebanyak 300 orang nakes menerima suntikan vaksin booster. Secara pasti jumlah nakes yang menajdi penerima suntikan vaksin ke tiga ini masih dimutakhirkan.

Baca juga:  Antisipasi Arus Balik Lebaran, Bali Lakukan Penjajakan dengan Banyuwangi

Ini karena sejak pandemi melanda hingga sekarang, ada nakes yang terpapar Virus Corona dan juga mengalami penyakit penyerta (komorbid). Selain itu, data yang ada saat ini telah berubah karena ada beberapa nakes yang masuk masa pensiun. “Saat ini masih berlanjut, dan datanya telah berubah. Ini karena ada yang pensiun, atau komorbid dan bergejala karena sempat terpapar, sehingga ini akan di-screening lagi,” tegasnya.

Baca juga:  Percobaan Buang Bangkai Babi, Warga Lapor ke Polisi

Di sisi lain Sekda Suyasa menyebut, untuk target realsiasi vaksinasi massal saat ini mencapai angka 82 persen. Penduduk Buleleng yang ditargetkan divaksin sebanyak 578.000 orang, saat ini sebanyak 474.000 penduduk telah menerima suntikan vaksinasi.

Berdasarkan eveluasi dan pemantauan di lapangan, vaksinasi massal ini realisasinya diperkirakan tidak akan mencapai angka 100 persen. Ini karena dari data per desa ada sekitar 45.000 penduduk yang tinggal di luar Buleleng.

Penduduk ini belum bisa dicover vaksinasi massal karena berada di luar daerah. Merekapun dipastikan menerima suntikan vaksinasi di kabupaten lain di tempat tinggalnya saat ini.

Baca juga:  Vaksinasi Gunakan Vaksin AstraZeneca di Buleleng Hampir Capai 60 Persen

Terkait capaian vaksinasi harian, Sekda Suyasa mengatakan capaiannya untuk dosis kedua menyentuh angka 6.000 penduduk per hari. Sedangkan untuk vaksinasi dosis 1 realisasi hariannya sudah menurun. Jika sebelumnya mencapai angka 12.000 penduduk per hari, saat ini berada pada posisi di bawah 1.000 penduduk per hari. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *