Teknisi Kemenkes melakukan uji fungsi fisik Lab PCR di RSUD Buleleng. (BP/Istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Untuk menanggulangi potensi penularan COVID-19, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, meminta agar upaya 3T (Testing, Tracing dan Treatment) dikejar terus. Minimal hingga ke lima orang yang memiliki kontak erat dengan penderita COVID-19.

Hal ini diungkapkannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Vaksinasi bersama Menteri Kesehatan dan para ahli Epidemologi dari sejumlah universitas di Indonesia secara daring, Rabu (28/7). Dalam rilisnya, ia meminta agar keberadaan laboratorium untuk tes PCR tidak hanya ada pada ibukota provinsi saja, namun terdapat pula pada kabupaten/kota.

Baca juga:  Sebanyak 80 Persen Tambahan Warga Terjangkit COVID-19 Bali Ada di Lima Daerah Ini

“Pak Dante (Wamenkes) coba dicek dulu untuk lab PCR ini supaya jangan sampai 3T ini gagal hanya karena lab PCR-nya tidak cukup,” ucapnya.

Dengan adanya Lab PCR pada level kabupaten/kota, menurutnya dapat sekaligus melengkapi kebutuhan rumah sakit di daerah. “Memang ada beberapa hal yang perlu kita evaluasi mengenai pelaksanaan testing di puskesmas. Karena PCR di puskesmas itu banyak juga memberikan pelayanan kepada yang terkonfirmasi. Sementara untuk pembukaan lab PCR untuk kabupaten/kota akan coba kita lakukan untuk wilayah Jawa-Bali dahulu,” jelas Wamenkes Dante.

Terkait dengan pelaksanaan testing, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa mayoritas kasus kematian terjadi pada pasien yang belum vaksin. Umumnya mereka masuk ke IGD dengan saturasi yang rendah. “Pasien datang dengan saturasi rendah, kemudian meninggal. Itu sudah dipastikan datangnya telat. Makanya pak Menko kita akan ajarin untuk mengenali saturasi ini, jadi kita bisa menghindari kematian akibat telat dibawa ke rumah sakit,” ucap Menkes Budi.

Baca juga:  Puluhan Pelaku Perjalanan Asal India Positif COVID-19

Pada kesempatan itu juga, dia mengingatkan bahwa angka positif COVID-19 kemungkinan akan naik setelah upaya 3T digalakkan. Namun demikian, Menkes Budi menyatakan bahwa hal tersebut justru akan mempermudah proses penanganan pasien sejak dini dan mengurangi potensi penularan virus.

Luhut mengungkapkan bahwa pemerintah dan semua pihak terkait bekerja mati-matian menurunkan angka kematian. Dirinya juga mengarahkan peserta rapat untuk melihat keadaan di lingkungan masing-masing terkait pelaksanaan testing, tracing, dan treatment.

Baca juga:  Tambahan Harian di Atas 370 Orang, Ini Lima Besar Penyumbang Kasusnya

Selain itu, dia juga meminta Kemenkes bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mengejar target vaksinasi sampai dengan 2 juta dosis per hari. “Dua juta ini bisa mulai dilakukan pada minggu pertama Agustus ya, kalau ada vaksinnya cukup saya harap bisa sampai 200 juta sampai dengan Desember 2021,” tegas Menko Luhut. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *