Petugas melakukan pemakaman pasien COVID-19. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Korban jiwa akibat COVID-19 yang dilaporkan Bali bertambah 33 orang pada Selasa (27/7). Tujuh kabupaten/kota dan melaporkan tambahan kematian karena COVID-19.

Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, tambahan korban jiwa terbanyak dilaporkan zona merah Tabanan, sebanyak 10 orang. Kabupaten ini sudah genap 3 pekan melaporkan tambahan kematian harian.

Jika ditotal selama 21 hari itu, sudah terdapat 98 warganya meninggal terpapar COVID-19. Jika dirata-ratakan, jumlahnya mencapai 4,6 kematian per hari.

Selain Tabanan, kematian juga dilaporkan Badung sebanyak 6 orang. Kemudian Denpasar dan Buleleng sama-sama melaporkan 5 warga meninggal.

Bangli dan Karangasem masing-masing mencatatkan 3 kematian. Sedangkan Jembrana melaporkan 1 warga meninggal tertular COVID-19.

Sepuluh pasien meninggal yang dicatatkan Tabanan terdiri dari 7 perempuan dam 3 pria. Usianya antara 28 hingga 90 tahun.

Baca juga:  Peringati Hari Kartini, Puluhan Polwan Bersihkan Pasar

Dua pasien di antaranya tidak berkomorbid. Sementara 8 sisanya memiliki komorbid. Jenisnya gangguan ginjal, pneumonia, hipertiroid, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Enam di antara 10 pasien dilaporkan meninggal pada 26 Juli. Dua meninggal pada hari ini dan dua pasien meninggal pada 24 Juli namun baru dicatatkan 3 hari kemudian.

Pasien Meninggal di Badung

Badung mencatatkan tambahan pasien meninggal sebanyak 6 orang, terdiri dari 4 perempuan dan 2 pria. Usianya 39 hingga 75 tahun.

Dua pasien tidak berkomorbid, sedangkan 4 sisanya memiliki. Jenis penyakitnya kanker, diabetes, dan gangguan ginjal. Seluruhnya dilaporkan meninggal pada hari ini.

Buleleng mencatatkan 5 pasien meninggal, terdiri dari 3 perempuan dan 2 pria. Usianya 63 hingga 79 tahun.

Mayoritas, sebanyak 4 pasien tidak memiliki komorbid. Satu orang dilaporkan memiliki penyakit penyerta gangguan jantung. Seluruhnya meninggal pada hari ini.

Baca juga:  Polisi Siapkan Tempat Dugem

Lima pasien meninggal juga dilaporkan Denpasar yang seluruhnya berjenis kelamin laki-laki. Usianya 60 hingga 79 tahun.

Empat pasien dilaporkan tanpa komorbid. Sedangkan satu orang meninggal dilaporkan memiliki komorbid kanker. Tiga meninggal hari ini, seorang meninggal pada 25 Juli, dan satu lagi meninggal pada 24 Juli.

Bangli melaporkan 3 pasien meninggal seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Usianya berkisar antara 60 hingga 90 tahun.

Seluruhnya memiliki komorbid. Jenisnya diabetes, gangguan jantung, pneumonia, dan gangguan ginjal. Satu orang dilaporkan meninggal hari ini, seorang lagi meninggal pada 26 Juli, dan seorang tercatat meninggal pada 25 Juli.

Pasien meninggal sebanyak 3 orang juga dilaporkan Karangasem, terdiri dari 2 perempuan dan 1 pria. Usianya berkisar antara 61 hingga 77 tahun.

Seluruh pasien tidak memiliki komorbid. Dua pasien meninggal pada 27 Juli, sedangkan seorang lagi meninggal pada 26 Juli.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Tetap di Atas 4.000 Orang, Bali Juga Masih di 10 Besar

Seorang pasien meninggal dilaporkan Jembrana. Perempuan berusia 61 tahun itu masuk ke RSU Negara pada 24 Juli namun terkonfirmasi dua hari sebelumnya. Pasien tak berkomorbid ini meninggal pada 27 Juli.

Kumulatif korban jiwa mencapai 2.016 orang. Rinciannya 2.010 WNI dan 6 WNA.

Posisi lima teratas dengan jumlah warga meninggal karena COVID-19 terbanyak adalah Denpasar 472 orang, Badung 320 orang, Tabanan 293 orang, Buleleng 272 orang, dan Gianyar 152 orang. Sedangkan posisi keenam hingga sembilan adalah Karangasem 145 orang, Bangli 134 orang, Jembrana 113 orang, dan Klungkung 90 orang. Terdapat juga 19 warga kabupaten lain yang meninggal karena COVID-19 di Bali. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *