PROYEK - Pekerja melintas di proyek penataan Pasar Kumbasari, Denpasar, Selasa (27/7) kemarin. Penataan ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan dan transaksi di pasar tersebut. (foto/eka adhiyasa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Proyek penataan Pasar Kumbasari, Jalan Gajah Mada, serta Pasar Badung yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah berlangsung sejak beberapa Minggu lalu. Kini, progres penataan tersebut telah mencapai 8 persen lebih. Untuk mengejar realisasi yang lebih besar, kini difokuskan dulu untuk menggarap pekerjaan di bawah untuk fondasi tiang jembatan. Karena jembatan di Jalan Gajah Mada tersebut akan diperlebar masing-masing sisi untuk pejalan kaki. Hal ini ditegaskan Kadis PUPR Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta, Selasa (27/7) saat ditemui di Kantor Wali Kota Denpasar.

Jimmy mengatakan, untuk progres penataan saat ini difokuskan pada pondasi bawah yang ada di Tukad Badung. Hal ini untuk menghindari musim hujan yang biasanya terjadi mulai Oktober. “Hambatan untuk saat ini belum ada, tetapi kami percepat pekerjaan di bawah.Ini untuk menghindari musim hujan yang dapat mengganggu proses pengerjaan di bawah,” ujar Jimmy.

Baca juga:  Perampok Asal Rusia Diprediksi Masih di Bali

Jimmy mengatakan, proyek ini dipastikan akan rampung sesuai jadwal yang sudah ditentukan, Desember 2021 mendatang. Karena melihat kondisi cuaca serta kondisi pekerjaan, semua masih terkendali. “Jadi saya kira pasti bisa sesuai jadwal,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan ini dikerjakan selama 165 hari kalender yang dimulai per 25 Juni tersebut akan berakhir pada 6 Desember 2021 mendatang.

Jimmy Sidharta mengungkapkan penataan tersebut meliputi beberapa lingkup pekerjaan. Di antaranya penataan plaza depan dan belakang Pasar Kumbasari, pekerjaan fasad, drop off, jembatan pejalan kaki dari Pasar Kumbasari menuju Pasar Badung, serta penataan jembatan di Jalan Gajah Mada.

Baca juga:  Dukung Ekosistem Digital, Telkomsel Gelar DDE Selama Sepekan

Penataan Pasar Kumbasari ini diharapkan dapat mempercantik wajah pasar yang menjual berbagai macam hasil kerajinan serta sembako ini. Selain itu, pasar ini juga merupakan bagian dari destinasi city tour Kota Denpasar yang digagas Dinas Pariwisata.

Jimmy Sidharta menegaskan nilai kontrak tersebut sebesar Rp 17,6 miliar lebih dari pagu yang disiapkan sebesar Rp 19 miliar. Semua kegiatan ini akan dikerjakan pihak rekanan, yakni PT Trijaya Nasional. Selama masa pekerjaan proyek ini, semua pedagang di pelataran Pasar Kumbasari di relokasi sementara ke basement Pasar Badung. (Asmara Putera/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *