Ilustrasi. (BP/tomik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kelangkaan oksigen amat menyulitkan pihak rumah sakit dalam melakukan penanganan pasien. Baik itu pasien positif COVID-19 maupun non COVID-19.

Setelah sempat kosong sejak 17 Juli lalu, RSUD Klungkung akhirnya mendapat pasokan oksigen cair, Kamis (22/7). Namun, jumlahnya diperkirakan hanya cukup untuk sehari. Itu pun dengan catatan tidak ada lonjakan kasus positif COVID-19.

Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma, saat dihubungi Kamis (22/7) mengatakan mengenai ketersediaan oksigen di RSUD Klungkung, akhirnya ada pasokan 1,5 ton oksigen cair. Namun, pasokan sebanyak hanya cukup dalam waktu sehari, dengan catatan tidak ada lonjakan kasus positif COVID-19. “Kalau ada peningkatan kasus lagi, bisa jadi besok subuh sudah habis. Karena penderita COVID-19 yang masuk ke RS rata-rata sudah dalam kondisi sedang hingga berat,” katanya.

Baca juga:  Awal Tahun 2018, SMAN 2 Semarapura Sabet Ratusan Juara

Setelah menerima pasokan oksigen cair ini, ia mengaku sedikit lega. Tetapi, mengenai pasokan oksigen cair secara rutin, ini belum jelas. Karena kasus COVID di daerah lain dianggap lebih prioritas mendapatkan pasokan oksigen cair.

Dengan situasi ini, pihak rumah sakit juga terus melakukan penghematan penggunaan oksigen cair. Bahkan, operasi pasien yang sudah terjadwal, terpaksa harus ditunda. “Kalau dalam kondisi langka, kalau pasien yang mendesak membutuhkan oksigen pun sulit dirujuk ke rumah sakit lain. Karena situasinya hampir sama keterbatasan oksigen,” tegasnya.

Baca juga:  Pelajar Ini Sempat Alami Hipoksia saat Tercekik Ular Piton

Kesuma menegaskan, RSUD Klungkung dalam situasi normal bisa menghabiskan 562 meter kubik per hari. Dengan situasi ini, pihak rumah sakit pun melakukan ragam upaya penghematan, seperti penundaan operasi. Hasil penghematan itu, saat ini penggunaan oksigen cair menjadi sekitar 500 meter kubik, dengan beberapa kegiatan yang terpaksa dikurangi.

“Kalau kegiatan operasi dalam sehari bisa menghabiskan sekitar 15 meter kubik. Antrian operasinya banyak ditunda dalam tiga hari terakhir. Dalam sehari ada 10 sampai 15 jadwal operasi yang ditunda, khususnya yang tidak urgen,” jelas dr. Kesuma. (bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *