Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak saat meninjau serbuan vaksinasi secara serentak kepada masyarakat di Lapangan Makesdam IX/Udayana, Kamis (22/7). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kodam IX/Udayana melalui Kesdam IX/Udayana, kembali memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi warga non KTP Bali. Hal ini dilakukan guna mendukung target kekebalan kelompok atau herd immunity yang dicanangkan pemerintah yakni 70 persen dari jumlah penduduk Bali.

Bertempat di Makesdam IX/Udayana, vaksinasi ini akan terus digelar hingga 30 Juli ini. “Vaksinasi ni tidak hanya menyasar warga ber KTP Bali  namun juga warga luar Bali, bahkan  Warga Negara Asing (WNA) juga kita terima. Tentu ini bertujuan untuk mencapai target herd immunity,” kata Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Makesdam IX/Udayana, Kamis (22/7).

Baca juga:  Beli Narkoba, Tamatan SMP Dituntut 15 Tahun

Sementara, terkait obat-obatan kata Pangdam, sudah dilakukan pendistribusian terutama untuk mereka yang ada di lokasi isolasi mandiri (Isoman) terpusat. Saat ini sudah diterima sebanyak 800- 1000 paket yang sudah mulai dibagikan ke masyarakat, yang langsung ke orangnya, by name by data. “Untuk memudahkan pendistribusian, kami mengimbau kepada masyarakat, kesadarannya agar tinggal di tempat isolasi mandiri terpusat. Kecuali untuk mereka yang kesulitan untuk pindah ke tempat isolasi. kami sudah isi tanda stiker, sehingga orang tersebut bisa dikontrol dan dibantu dengan mudah,” ucap Pangdam.

Baca juga:  Putus Penyebaran COVID-19, Hari Cuci Tangan Sedunia Jadi Momentum Ubah Laku Masyarakat

Sementara itu, Kepala Kesehatan Kodam IX/Udayana Kolonel Ckm. dr. I Made Mardika, Sp. PD., MARS., mengatakan, untuk pelaksanaan vaksinasi setiap harinya disiapkan untuk 450 orang. Untuk vaksinasi ini tidak hanya menyasar warga yang ber KTP Bali, namun siapa saja akan dilayani.

Tidak hanya warga Indonesia, warga negara asing juga dilayani. Cukup menunjukkan Kitas.  Karena menurutnya, kalau hanya warga lokal saja yang divaksin, sedangkan orang lain dalam hal ini pendatang maupun orang asing, tentu sama saja. Untuk itulah, semua akan difasilitasi untuk mencapai herd immunity.

Baca juga:  Tiga Hari Berturut-turut Kebakaran di Jembrana, Diduga Akibat Korsleting

Namun demikian  pihaknya mengingatkan agar prokes tetap diterapkan. Kegiatan ini kata dia juga sebagai dukungan pelaksanaan PPKM Darurat. “Selama 10 hari berturut-turut hingga tanggal 30, tak hanya pelaksanaan vaksinasi, namun kami juga menyalurkan bantuan. Pada kesempatan ini juga dilakukan  pembagian sembako bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Kakesdam. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *