Perahu nelayan mengalami kerusakan setelah terbalik di Pantai Yeh Sumbul dan mengakibatkan dua nelayan sempat tenggelam. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Dua orang nelayan asal Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo tenggelam, Rabu (23/6) pagi. Ini, setelah jukung yang digunakan terbalik dihantam ombak.

Dua nelayan Suratman (55) dan Hairul Alim (25) berhasil selamat hingga ke tepi pantai. Hairul Halim sempat pingsan dan dilarikan ke Puskesmas Pekutatan.

Dari informasi warga, kecelakaan laut yang dialami nelayan jukung ini saat keduanya hendak kembali dari melaut. Keduanya, berangkat bersama menggunakan jukung ke tengah laut pada Selasa (22/6) sore sekitar pukul 17.00 WITA.

Baca juga:  Tak Sesuai Pakem, Warga Protes Proyek Monumen Perang Kusamba

Setelah semalaman mencari ikan, kedua nelayan ini kembali ke perairan Yeh Sumbul. Sekitar 100 meter dari bibir pantai, pukul 08.30 WITA, jukung dihantam gelombang tinggi hingga terbalik. Kedua korban ikut terjatuh ke laut dan tenggelam.

Beberapa nelayan dan warga yang melihat musibah itu langsung melakukan pertolongan. Kedua korban berhasil dibawa ke tepi pantai dengan kondisi Suratman masih dalam kondisi sadar.

Baca juga:  Dua Faktor Ini Sebabkan Gelombang Tinggi di Perairan Bali

Sedangkan Hairul Alim dalam kondisi lemas dan kehabisan tenaga sehingga dilarikan ke Puskesmas Pekutatan.

Perahu yang berukuran panjang 10 meter dalam keadaan pecah pada bagian depan dan belakang, bagian katir (penyeimbang) patah, serta peralatan menangkap ikan dan perlengkapan lain hilang.

Kasat Polair Jembrana, AKP Raka Wiratma dikonfirmasi membenarkan kejadian kecelakaan laut itu. Dari penyelidikan di TKP, terbaliknya perahu ini selain gelombang tinggi juga karena kemudi perahu rusak. “Keduanya sudah dalam kondisi sadar dan kembali ke rumah, kerusakan ada di bagian depan perahu,” tandasnya.

Baca juga:  Rencana Tol Gilimanuk-Mengwi Mulai Sosialisasi di Tabanan, Sasar Warga di 22 Desa Terdampak

Wiratma juga mengimbau kepada nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi. Diperkirakan terjadi selama tiga hari ini di perairan Selatan Bali. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *