Ilustrasi. (BP/tomik)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dampak arus balik mudik Lebaran, kini mulai berdampak pada peningkatan kasus COVID-19. Tidak terkecuali di Denpasar.

Kasus positif COVID-19 di Kota Denpasar terus mengalami peningkatan. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai dikonfirmasi, Senin (21/6), mengatakan ada tren peningkatan jumlah kasus baru.

Pada Senin, tercatat ada 29 kasus baru yang dilaporkan Denpasar. Total kasus COVID-19 mencapai 15.234 kasus.

Baca juga:  Cegah dan Tangani COVID-19, Gubernur Instruksikan Data Naker Migran dan Krama di Desa Adat

Sebanyak 9 orang juga dilaporkan sembuh sehingga kumulatif pasien sembuh sebanyak 14.690 orang. Korban jiwa di Denpasar sebanyak 351 orang. Sedangkan yang masih dirawat sebanyak 193 orang.

Ia mengatakan saat ini muncul kluster baru di Denpasar yakni pekerja konstruksi. Beberapa kasus positif baru yang terdeteksi dari pekerja konstruksi.

Dari kasus positif 15 orang, tiga orang dari mereka merupakan pekerja konstruksi. Dan terus terjadi. “Setiap hari ada saja pekerja konstruksi yang kena,” ujarnya.

Baca juga:  Puluhan Tahun Tercatat Milik Pemkab, BPN Badung Kaget Akses Jalan Ditembok GWK

Kemunculan kluster pekerja kontruksi juga terjadi di Gianyar. Total sudah ada 18 pekerja proyek renovasi Stadion Dipta yang terkonfirmasi COVID-19.

Dewa Rai memprediksi, pekerja konstruksi ini banyak yang baru datang dari tempat asalnya, saat musim arus balik. Sebab, kasus ini baru muncul setelah adanya arus balik. “Kami curiga muncul kluster ini karena mereka baru balik dari kampung halaman dan setelah beberapa hari di Denpasar mereka terdeteksi positif COVID-19,” katanya.

Baca juga:  Putus Mata Rantai COVID-19, Hampir 1 Miliar Orang Terkurung di Rumah

Akibat fenomena ini, satgas Denpasar kembali memperketat pengawasan di tempat umum. Bahkan, Lapangan Puputan Badung kini juga dilarang untuk aktivitas.

Tempat parkir yang biasanya dilakukan di bahu jalan, kini dipasangi larangan parkir. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN