Suasana di Bandara Ngurah Rai, Bali, di tengah pandemi COVID-19. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pembukaan border internasional sangat diharapkan oleh hampir seluruh masyarakat Bali utamanya untuk menjaga agar ekonomi Bali tak alami kerusakan permanen. Tetapi ini adalah langkah yang sangat berisiko karena masuknya wisatawan mancanegara (wisman) sangat mungkin membawa COVID-19 dengan varian-varian barunya.

Maka, pengamat masalah kesehatan dari Itekes Bali, I Ketut Swarjana, S.K.M, M.Ph. Dr.PH, Kamis (17/6), menilai persiapan haruslah dilakukan dengan sangat hati-hati, mempertimbangkan berbagai hal sehingga segala risiko bisa diantisipasi. Ia mengungkapkan Bali Open Border perlu dicermati dengan hati-hati dan harus diambil keputusan yang telah mempertingkan tidak hanya aspek ekonominya, tetapi juga aspek kesehatan terutama epidemiological analysis.

Baca juga:  Dari Mobil Terbalik di Jalan Kartika Plaza hingga Badai COVID-19 di India Belum Capai Puncaknya

Jika Bali harus open border untuk pariwisata dunia, kata Swarjana, maka harus ada langkah-langkah tegas, cermat dan terukur. Sehingga kebijakan yang diambil memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan dengan dampak negatif yang akan ditimbulkannya.

Caranya melakukan pengetatan semua pintu masuk Bali untuk mencegah masuknya orang dengan COVID-19. Terutama mencegah agar Delta yang pertama kali ditemukan di India tidak merebak di Bali.

Pengetatan tersebut bisa dengan hanya menerima negatif COVID-19 berdasarkan hasil PCR saja. Khusus bagi WNA yang masuk Indonesia atau Bali harus melalui karantina yang ketat dengan biaya ditanggung oleh WNA tersebut, asuransi kesehatan yang jelas, serta ada sanksi tegas jika WNA tersebut melanggar protokol kesehatan.

Baca juga:  Transmisi Lokal di Bangli, Ibu dan Anak dari Desa Ini Positif COVID-19

Selanjutnya gencarkan terus program vaksinasi Covid-19 untuk lebih cepat memunculkan herd immunity. Jika memungkinkan lakukan pendekatan strategis ke pemerintah pusat untuk pengadaan vaksin Covid-19 yang efektivitasnya jauh lebih tinggi seperti Pfizer dan Moderna.

Langkah pengetatan dan gencar vaksinasi sudah dilakukan. Pemerintah juga melibatkan pihak kepolisian melakukan hal tersebut. “Intinya kami Polres Badung siap mendukung untuk semua program pemerintah yang membawa dampak positif untuk masyarakat,” ujar Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi, Kamis (17/6).

Baca juga:  Cegah Makin Semrawut, Jaringan Listrik di Udara Diganti Bawah Tanah

Selain itu, kata AKBP Roby, pihaknya bersama Satpol PP Kabupaten Badung sebagai penegak aturan atau pendisiplinan prokes selalu mengimbau kepada seluruh wisawatan atau mereka yang datang ke Bali untuk tetap melakukan prokes.

Di sisi lain, Roby mengatakan saat ini sedang berlangsung vaksinasi massal di seluruh Kabupaten Badung. Ia menekankan ke anggotanya supaya melaksanakan tugas dengan baik, mulai dari mengawalnya hingga masyarakat melaksanakan vaksinasi. (Sueca/Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *