Salah satu toko sembako di Kampung Lebah yang diterjang longsor. (BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Hujan lebat sejak Rabu malam hingga Kamis (17/6) pagi mengakibatkan dampak bencana longsor dan banjir. Longsor menimpa toko sembako milik warga Kampung Lebah, Kelurahan Semarapura Kangin, sedangkan banjir bercampur lumpur merendam puluhan rumah sempat dilaporkan terjadi di Desa Pesinggahan. BPBD Klungkung masih mendata seluruh titik bencana ini, untuk selanjutnya dilakukan penanganan secara tuntas di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada, menyampaikan banjir paling parah terjadi di dua kecamatan, yakni di Kecamatan Dawan dan Klungkung. Banjir disebabkan luapan air sungai di sekitarnya. Bahkan, satu sapi peliharaan warga di Desa Gunaksa, dilaporkan hilang terbawa arus sungai. Petugas BPBD dibantu warga sekitar berupaya membantu korban bencana longsor di Banjar Lebah. Toko sembako ini nampak dipenuhi lumpur. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan.

Baca juga:  Pancoran Sapta Gangga, Tempat Berobat Medis dan Non-Medis

Pemilik toko sembako ini, Mairah, mengaku kaget dengan kejadian ini. Sebab, ketika itu hujan sangat lebat disertai petir hingga berjam-jam.

Debit air yang begitu besar dari lingkungan rumah bagian atas tempatnya, membuat bencana longsor tak bisa dihindarkan. Saat itu, ia mengaku sulit menyelamatkan barang-barangnya. Khawatir ada longsor susulan, akhirnya proses evakuasi dilakukan saat sudah pagi.

Nampak sembako dan sayurannya sudah rusak. Agar tetap bisa jualan, ia meminjam tempat di sebelah tokonya yang sudah tertimbun longsor. “Waktu itu saya di rumah sekitar pukul 01.00 WITA, terdengar suara gemuruh. Soalnya pas kejadian ada petir. Waktu itu ada tailor yang ngasi tau ada longsor. Kejadiannya malam, tidak sempat selamatkan barang, karena masih hujan. Akhirnya tadi pagi baru bisa,” kata Mairah.

Baca juga:  Curi Motor, Buruh Bangunan Asal Sumba Ditahan Polisi

Petugas BPBD Klungkung membantu membersihkan lumpur di tempat ini. Demikian juga lumpur dampak banjir di Kecamatan Dawan, seperti di Desa Pesinggahan dan Dawan Klod.

Sebab, Widiada menegaskan hujan lebat yang begitu besar, ada laporan di Desa Pesinggahan sempat banjir merendam puluhan rumah, sehingga mengakibatkan lumpur di sepanjang jalan.

Demikian juga di Dawan Klod juga dibersihkan karena sempat ada genangan banjir di rumah warga. “Informasi di Gunaksa ada warga yang kehilangan sapi, kami belum cek karena kami masih kerjakan disini dulu, ada rumah warga jebol masih dibersihkan materialnya, di Akah juga ada, di Kresna Karya kami belum mengeceknya,” kata Widiada.

Baca juga:  Pilgub Bali, PDIP akan Amankan 75 Persen Suara di Buleleng

Widiada menambahkan, hujan lebat serupa diprediksi masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Maka, pihaknya berharap agar warga selalu berhati-hati dan waspada. Sehingga terhindar dari ancaman bencana alam akibat hujan lebat. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *