I Wayan Udayana. (BP/Nel)

DENPASAR,BALIPOST.com – Tim kempo Bali berkekuatan sembilan kenshi, bertekat membawa pulang dua keping emas pada PON di Papua, Oktober mendatang. Target itu, sebagai mana hasil Pra PON, Bali sukses mengemas dua emas.

Ketua Pengprov Perkemi Bali, Wayan Udayana, di Denpasar, Kamis (27/5), menyatakan kedua emas dipersembahkan kenshi Griselda Nadya/Agung Ratih Saraswati, di nomor pasangan II/III DAN. Satu emas lagi dipersembahkan Si Kembar Erasmus Naris Fendi/Yeristus Varis Mardis, di nomor embu pasangan I DAN. “Kami berharap para kenshi bisa merealisasikan dua emas,”sebut Udayana yang juga General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Bali ini.

Baca juga:  Kroser PON Bali Dipatok 2 Emas

Caranya, kata Udayana, para pengurus, atlet, dan pelatih harus bahu membahu dalam meraih prestasi. “Kalau kami dari pengurus bisa menyediakan fasilitas dan kelengkapan, termasuk nutrisi dan vitamin,”ujarnya.

Sementara atlet dan pelatih berlatih keras, berikut menyiapkan fisik dan stamina, teknik, termasuk taktik dan strategi. “Jadi, seluruh komponen ini harus bersinergi, dalam upaya mengukir prestasi terbaik,”ungkap Udayana, yang mantan pemain bola voli dan kini hobi main tenis ini.

Baca juga:  Tunggu Janji Pemimpin Bali

Pada bagian lain,Ketua Harian Perkemi Bali Fredrik Billy, menyatakan, atas arahan KONI Bali, atlet PON diminta menggelar try in. Rencananya, kenshi PON Papua, dan Kaltim, berniat melakukan latih tanding ke Bali. “Atlet PON kedua provinsi, ingin melakukan uji coba meladeni atlet Bali, sekitar Juli-Agustus mendatang,”beber Billy.

Agenda uji coba, menurut dia berupa latihan bersama, yang dilanjutkan dengan pertarungan. Untuk itu seluruh kenshi Pengkab dan Pengkot Perkemi se-Bali, diharapkan ikut berpartisipasi, guna menimba ilmu dari kenshi luar Bali.
Billy menambahkan, upaya lain untuk meningkatkan prestasi kenshi PON Bali, pihaknya juga akan mendatangkan pelatih nasional.

Baca juga:  Atlet Tembak Bali Sumbang Emas

Dalam pertemuan itu, jajaran pengurus bisa bertatap muka langsung dengan pelatih. Maklum, selama pandemi covid-19 ini, rapat hanya diselenggarakan secara virtual. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *