Antrian penumpang yang berusaha berangkat dari Terminal Bandara Dalam Negeri Sydney di Sydney, Australia, Jumat (18/12/2020). Pemerintah negara bagian bertindak cepat untuk memperketat pembatasan pejalanan untuk warga New South Wales setelah penyebaran virus korona (COVID-19) di utara pantai Sydney. (BP/Ant)

SYDNEY, BALIPOST.com – Tiga hari berturut-turut negara bagian terpadat Australia mencatat tidak ada infeksi baru COVID-19. Namun demikian, Australia tetap memperpanjang pengaturan protokol kesehatan (prokes), berupa peningkatan aturan jarak sosial dan mengenakan masker seminggu.

Kebijakan ini karena pihak berwenang mencari sumber kecil wabah, setelah pasangan kekasih di Sydney dinyatakan positif mengidap virus corona minggu lalu. Minggu (9/5), pihak berwenang melaporkan hari ketiga berturut-turut tanpa kasus baru, mengurangi kekhawatiran tentang wabah yang lebih luas di kota itu, tapi mengatakan penyebab infeksi yang belum jelas sebagai alasan untuk memperpanjang tindakan tersebut.

Baca juga:  Saat Nyepi, RSU Butuh Jaringan Internet untuk Verifikasi BPJS

“Karena kasus ‘mata rantai yang hilang’ belum teridentifikasi, kami ingin mencegah peristiwa yang sangat menyebar,” kata Kepala Pemerintahan New South Wales Gladys Berejiklian dikutip dari Kantor Berita Antara.

“Semua pengamanan / pembatasan akan diberlakukan selama satu minggu ekstra, kecuali untuk pembeli di ritel yang tidak lagi diharuskan memakai masker.”

Itu berarti lebih dari lima juta orang yang tinggal di dalam dan sekitar Sydney harus mengenakan masker di transportasi umum dan di sebagian besar tempat umum, sementara rumah tangga dibatasi hingga 20 tamu pada satu waktu hingga 17 Mei.

Baca juga:  Lebih dari 80 Persen, Tambahan Kasus COVID-19 Hari Ini Ada di 5 Kabupaten/kota

Australia sebagian besar telah menghilangkan virus, dengan 79 hari pada 2021 tanpa kasus yang didapat secara lokal, menurut pemerintah, sebagai hasil dari strategi penutupan perbatasan internasional dan domestik, serta langkah-langkah jarak sosial.

Ketika negara itu menunggu pengiriman vaksin dan menyaksikan lonjakan infeksi di negara lain, anggota parlemen terkemuka mengatakan perbatasan sekarang tampaknya akan dibuka kembali pada 2022, bukan 2021 seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Baca juga:  Ini, 6 Makanan Pemicu Gastritis

Dalam wawancara dengan surat kabar News Corp yang diterbitkan pada Minggu, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan tidak mungkin Australia akan segera membuka kembali perbatasannya, meskipun dia tidak menawarkan jadwal. “Saya tidak melihat keinginan untuk itu saat ini,” katanya, mengacu pada pembukaan kembali perbatasan. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *