Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto di Jakarta. (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST. com – Sebanyak 381 titik penyekatan disiagakan pihak kepolisian untuk mencegah masyarakat melakukan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Titik penyekatan tersebut mulai dari Sumatera Selatan hingga Bali. Para personel akan mulai bersiaga pada Kamis (6/5) di titik-titik yang telah ditentukan.

“Titik penyekatan paling banyak yakni di Jawa Barat dan Jawa Tengah,” kata Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto dikutip dari Kantor Berita Antara, Rabu (5/5).

Baca juga:  Antisipasi Sampah Menumpuk saat Natal dan Galungan, DLHK Denpasar Siagakan Armada

Komjen Pol Arief Sulistyanto mengingatkan masyarakat agar tidak nekat dan mencari celah atau mencari jalan pintas supaya bisa mudik. Sebab, polisi sudah bersiaga dan mengantisipasi hal itu. “Jangan sampai kucing-kucingan karena pasti akan ketemu,” ujar dia.

Tidak hanya penyekatan mudik, pada 17 Mei 2021 Polri juga tetap menyiagakan personel untuk mengamankan pascamudik. Polri mewaspadai masyarakat yang ingin bertolak ke ibukota atau daerah lain setelah Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga:  Hadirkan Rasa Aman dan Nyaman saat Mudik, AHC Kembali Digelar

Sebab, jangan sampai pendatang baru ke suatu daerah membawa atau sudah terpapar COVID-19. “Ini bisa membahayakan kesehatan orang yang sudah patuh atau tidak mudik,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang kedapatan nekat mudik, petugas akan melakukan tes usap cepat antigen dan GeNose. Jika positif akan diisolasi. Sementara bila negatif diminta putar balik atau kembali ke rumah.

Tidak hanya itu, Kabaharkam Komjen Pol Arief memastikan travel yang nekat membawa penumpang mudik akan ditindak tegas dan diberikan sanksi.

Baca juga:  Dari Gubernur Koster Minta Pegawai Berempati hingga Pembagian Jatah Hasil Mark-up Dana PEN

“Kalau travel resmi akan ditilang atau kendaraannya ditahan, sementara travel tidak resmi selain ditilang kendaraan akan ditahan sampai waktu yang ditentukan oleh undang-undang,” ujar dia. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *