Menteri PUPR Basuki didampingi Gubernur Koster meninjau sejumlah proyek infrastruktur di Bali, salah satunya rencana pembuatan Tol Gilimanuk. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi, yang juga melintasi Tabanan sudah pada tahap pembahasan analisis dampak lingkungan (amdal). Terkait keberadaan proyek ini, ada rencana Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM akan mengusulkan pada Gubernur Bali agar nantinya bisa dibangun tiga stop area khususnya di kawasan Tabanan.

Ini dilakukan sebagai upaya pembangunan ekonomi merata. Rencana ini disampaikannya saat menanggapi pertanyaan seorang warga dalam sebuah acara dialog, pada Jumat (30/4).

Salah satu warga, Nyoman Artana meminta agar Pemerintah Daerah Tabanan untuk ikut memperjuangkan dampak positif. Khususnya terkait dengan upaya untuk bisa meningkatkan pendapatan daerah yang bisa didapatkan dari keberadaan tol tersebut nantinya.

Baca juga:  Atasi Kurangnya Informasi Kesehatan, Ini Terobosan Puskesmas II Tabanan

Apalagi proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi juga melintasi kawasan Tabanan. “Kalau hanya sebatas dilewati, tentu saja pendapatan daerah hanya lari ke kabupaten lain padahal Tabanan ada di pusat bumi yang tak kalah dengan kabupaten lain. Untuk itu saya sebagai masyarakat Tabanan mohon diperjuangkan (aspirasi),” ujar Nyoman Artana.

Menanggapi hal itu, Bupati Sanjaya mengatakan, sebagai salah satu upaya pemerataan ekonomi, pihaknya tentu saja akan mengusulkan kepada Gubernur Bali agar untuk proyek jalan tol yang melintasi Tabanan bisa dibangun tiga stop area. Tiga stop area yang diminta tersebut yakni di daerah Pantai Soka, Desa Antap Kecamatan Selemadeg, selanjutnya di daerah Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur dan di kawasan perbatasan Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan dengan Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Baca juga:  Turun 90 Persen, Permintaan Rumah di Atas Rp 500 Juta

Stop area tersebut nantinya akan melibatkan para pelaku IKM dan UKM di Tabanan terkait dengan penyediaan produk khas Tabanan. Selain untuk pemerataan ekonomi, hal tersebut akan dijadikan sebagai upaya dalam menumbuh kembangkan IKM dan UKM yang ada di Tabanan. “Maksudnya kita bukan diskriminasi dengan tol yang ada di luar Bali, tetapi kami kalau ada jalan melingkar melalui stop area saya berharap pertumbuhan rest area semua yang melengkapi adalah UKM dan IKM Tabanan agar ada daya tariknya,” terang Bupati Sanjaya.

Baca juga:  Sosialisasi Jalan Tol di Mendoyo Minim Kehadiran, Dari Nama Salah hingga Beralih Kepemilikan

Sementara itu Kabid Bina Marga Dinas PUPRPKP Tabanan, I Gede Partana saat dikonfirmasi mengatakan, terkait realiasasi proyek Tol Jembrana-Mengwi masih terus berproses. Saat ini dari informasi yang didapatnya sudah ditahap pembahasan Amdal. “Masih terus berproses, dan masih tahap pembahasan Amdal, kalau yang ini yang membidangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” ujarnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

  1. Seharusnya Tabanan bukan hanya meminta rest area tetapi jalan keluar tol atau pintu gerbang tol di daerah gadungan atau timpag agar orang bisa berinvestasi di tabanan,kalau hanya menjadi pelintasan maka tabanan hanya akan menjadi penonton orang lewat di tol.pemimpin harus cerdas memikirkan dampak2 ekonomi yg mungkin bisa ditawarkan dengan dibangunnya jalan tol di tabanan.ingat jalan tol bukanlah jalan bypass.kalau jalan bypass maka pemilik tanah disekitar bypass akan sangat diuntungkan.kalau tol itu justru jalan dipagari ..

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *