
TABANAN, BALIPOST.com – Rencana pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi sampai saat ini masih belum pasti kelanjutannya. Meski megaproyek yang melintasi tiga kabupaten di Bali tersebut masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN).
Menjawab pertanyaan warga terdampak, anggota DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama menyebutkan bahwa ada kemungkinan pembangunan tol akan ditender ulang.
Dikonfirmasi perihal kepastian tol Gilimanuk Mengwi, politisi asal Tabanan ini mengatakan, informasi terakhir yang diketahuinya dari Komisi V DPR RI, proyek Tol Gilimanuk-Mengwi akan ditender ulang di 2026. Hanya saja informasi ini masih harus dipastikan kembali mengingat ia sendiri ada di komisi IV yang membidangi pertanian.
“Kami akan pastikan lagi ke jajaran pimpinan komisi V, mungkin awal tahun setelah reses. Saya bersama teman-teman dari Bali akan bertanya langsung ke pimpinan komisi V,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/12).
Ia bersama anggota DPR RI dari Bali lainnya akan tetap mengawal kelangsungan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi. “Proyek ini tentu jadi harapan agar Bali Barat dan Bali Tengah tidak macet. Terakhir kami sempat bertemu Gubernur Bali, katanya on progress,” ucapnya.
Ketua DPRD Bali periode 2019-2024 inipun menyebutkan, saat reses nanti ia akan mencoba memperkuat sikap dengan Pemerintah Provinsi Bali agar bisa memperjuangkan pelaksanaan pembangunan tol tersebut. Apalagi, tanah masyarakat sudah diblok. Bahkan saat menjabat menjadi Ketua DPRD Bali, dirinya sudah mengingatkan soal kepastian dana atau anggaran pelaksanaannya sebelum dipublikasikan.
Adi Wiryatama menilai, wajar masyarakat pemilik lahan yang terdampak meminta kepastian. Sebab, lahan mereka sudah diblok atau dipasangi patok. “Mesti ada hitam di atas putih, pemerintah pusat juga harus memberikan keputusan tegas. Harus ada kepastian,” ujarnya .
Ia juga tidak memungkiri ketidakpastian pelaksanaan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi itu membuat keresahan di masyarakat, utamanya pemilik lahan terdampak. (Puspawati/balipost)









