Suwirta (tengah) sejak 1 Mei 2021 resmi bergabung di PDIP. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Nyoman Suwirta, akhirnya resmi menjadi kader PDIP Bali. Ini, setelah secara resmi menerima KTA dari Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster di Taman Soekasada Ujung, Karangasem, Sabtu (1/5).

Momen ini mempertegas kembali arah politik orang nomor satu di Bumi Serombotan ini.  Bupati Klungkung ini memilih ke jalur politik lagi, setelah sebelumnya keluar dari keanggotaan Partai Gerindra.

Namun, sejatinya Bupati Suwirta sudah “satu jalur” sebelum resmi ber-KTA PDIP. Menurut Bupati Suwirta, faktor yang memengaruhinya, adalah adanya kesamaan visi dalam pembangunan dengan Gubernur Bali Wayan Koster.

Sebagai sesama orang yang fokus, tulus dan lurus, “satu jalur” di antara kedua tokoh, terbentuk secara alamiah, karena adanya kesamaan niat dan konsep dalam pembangunan. Ini sangat terlihat, dimana Gubernur Koster, tidak ragu-ragu bekerja keras mewujudkan angan-angan Klungkung, untuk mewujudkan tiga pelabuhan (Pelabuhan Segitiga Emas). Bahkan, juga Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang menelan APBN triliunan rupiah.

Baca juga:  Lima Desa di Bangli Gelar Pilkel, Ini Hasilnya

“Satu jalur itu sudah terjadi ketika kami punya niat yang sama dalam pembangunan. Pelabuhan yang kami konsep (Sampalan, Bias Munjul, Pesinggahan), diperjuangkan maksimal oleh bapak gubernur. Belum lagi kawasan Pusat Kebudayaan Bali di eks galian C. Padahal saat itu saya belum gabung ke PDIP. Itu artinya perhatian nya sangat nyata bagi Klungkung, bukan hanya memikirkan dalam konsep satu partai saja. Beliau melihat sendiri, Klungkung layak dikembangkan, selain potensi, sejarah juga mengatakan itu,” tegas Bupati Suwirta, Minggu (2/5).

Ia menegaskan agar keputusannya gabung ke PDIP, tidak usah dibahas lagi. Itu sudah final. Tidak ada kepentingan pribadi.

Sikap politik sebagai cerminan sikap personalnya ini, semata-mata demi percepatan pembangunan Klungkung. Untuk terus mempercepat proses pembangunan demi kesejahteraan masyarakat ke depan.

Baca juga:  PDIP akan Gelar Rakornas Ekonomi Kerakyatan

“Kandang Banteng” sebagai wadah para tokoh-tokoh besar, akan ia gunakan sebagai tempat perjuangan dalam melaksanakan tugas sebagai Bupati Klungkung. Sebagai sosok baru di rumah perjuangan bernama PDIP, ia mengaku siap belajar dan beradaptasi dengan para seniornya, setelah menentukan hak berpolitiknya bersama PDIP.

Ia pun kembali meluruskan bahwa sikap politiknya ini, tidak ada karena tekanan Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster, sebagai Gubernur Bali saat ini. Apalagi berhembus isu Koster-Suwirta untuk Pilgub 2024, itu sepenuhnya keliru.

Sejak gubernur dilantik sampai sekarang, pertemuan Koster dan Suwirta diakui lebih sering terjadi untuk berbicara terkait pembangunan. Kalaupun ada pembicaraan politis, diakui lebih kepada bahan candaan, di sela-sela obrolan serius dalam pembangunan.

Baca juga:  Ratusan Sopir Transport Konvensional "Mesadu" ke Cagub Koster

“Kalau ketemu dengan Bapak Gubernur, paling sering bicara pembangunan. Nyambungnya di sana. Tidak ada tekanan harus masuk PDIP. Ini mengalir seperti air saja. Komunikasi saya cair sekali dengan Bapak Koster, termasuk Ketua DPC yang juga Ketua DPRD Klungkung,” tegasnya.

Bupati Suwirta pun memastikan, bahwa pilihan jalan politiknya ini tidak akan mengganggu kinerjanya sebagai Bupati Klungkung, khususnya dengan para lawan politik dari partai lain. Justru sebaliknya. Termasuk hubungan baiknya dengan Wakil Bupati Klungkung Made Kasta sebagai tokoh politik Gerindra Klungkung, karena sekarang beda partai.

Hubungan, sejauh ini diakui tetap baik-baik saja. “Ke depan, arahnya juga tidak ada yang tahu. Bisa saja ada koalisi partai (PDIP-Gerindra),” tutup Bupati Suwirta, yang mengaku banyak menerima telepon sejak pagi, setelah keputusannya resmi masuk PDIP, viral di media sosial. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *