Ilustrasi. (BP/tomik)

DENPASAR, BALIPOST.com – Makin banyak saja kematian yang dilaporkan akibat COVID-19. Pada Rabu (28/4), Bali melaporkan 10 pasien COVID-19 meninggal dalam perawatan.

Sebarannya ada di 4 kabupaten/kota yang seluruhnya merupakan zona orange. Sebanyak 60 persen atau 6 orang dari pasien meninggal hari ini merupakan warga Denpasar. Sedangkan 2 orang merupakan warga Bangli dan masing-masing satu orang dari Klungkung serta Tabanan.

Pasien pertama merupakan pria berusia 63 tahun. Warga Denpasar ini masuk ke RSUD Mangusada pada 11 April dan terkonfirmasi di hari yang sama. Setelah 17 hari dalam perawatan, pasien tanpa komorbid ini meninggal pada 28 April.

Pasien kedua merupakan pria berusia 80 tahun. Warga Denpasar ini masuk ke RSU Bhakti Rahayu pada 6 April dan terkonfirmasi sehari setelahnya. Pasien dengan gangguan paru dan jantung ini meninggal 3 minggu dirawat, yaitu 28 April.

Baca juga:  Tawur Tabuh Gentuh di Bencingah Pura Agung Besakih "Di-puput" Tiga Sulinggih

Pasien ketiga merupakan pria berusia 77 tahun. Warga Denpasar ini masuk ke RSUD Bali Mandara pada 10 April namun terkonfirmasi dua hari sebelumnya. Pasien dengan komorbid tekanan darah tinggi ini meninggal pada 20 hari menjalani perawatan, 28 April.

Pasien keempat merupakan pria berusia 63 tahun. Warga Denpasar ini masuk ke RSUP Sanglah pada 11 April dan terkonfirmasi sehari setelahnya. Pasien menderita gangguan jantung ini meninggal 17 hari setelah menjalani perawatan, 28 April.

Pasien kelima merupakan perempuan berusia 51 tahun. Warga Denpasar ini masuk ke RSUP Sanglah pada 13 April dan terkonfirmasi sehari setelahnya. Pasien dengan gangguan ginjal ini meninggal dua minggu setelah terkonfirmasi, 28 April.

Baca juga:  Tahun Ajaran Baru Tak Mungkin Diundur, Ini Protokol Hadapi Era Baru

Pasien keenam merupakan perempuan berusia 51 tahun. Warga Denpasar ini masuk ke RSUP Sanglah pada 22 April dan terkonfirmasi sehari sebelumnya. Pasien tanpa komorbid ini meninggal seminggu setelah dinyatakan positif, 28 April.

Pasien ketujuh merupakan pria berusia 67 tahun. Warga Bangli ini masuk ke RS BMC Bangli pada 21 April dan tekonfirmasi 5 hari setelahnya. Pasien menderita tekanan darah tinggi ini meninggal pada 28 April.

Pasien kedelapan merupakan pria berusia 68 tahun. Warga Bangli ini masuk ke RS BMC Bangli pada 21 April dan terkonfirmasi 3 hari setelahnya. Pasien dengan komorbid diabetes ini meninggal pada 28 April.

Pasien kesembilan merupakan pria berusia 75 tahun. Warga Tabanan ini masuk ke RSUP Sanglah pada 3 April namun terkonfirmasi seminggu sebelumnya 26 Maret. Pasien menderita tekanan darah tinggi ini meninggal setelah 25 hari menjalani perawatan, 28 April.

Baca juga:  Gelar Aksi, AJB Tuntut Cabut Remisi Susrama

Pasien kesepuluh merupakan perempuan berusia 64 tahun. Warga Klungkung ini masuk ke RSUD Klungkung pada 9 April dan terkonfirmasi sehari sebelumnya. Pasien dengan penyakit diabetes dan gangguan jantung ini meninggal setelah 19 hari menjalani perawatan, 28 April.

Kumulatif korban jiwa mencapai 1.327 orang dengan rincian 1.322 WNI dan 5 WNA.

Lima besar kabupaten/kota yang melaporkan korban meninggal adalah Denpasar 318 orang, Badung 228 orang, Tabanan 164 orang, Buleleng 140 orang, Gianyar 129 orang. Posisi keenam hingga sembilan adalah Karangasem 95 orang, Bangli 94 orang, Jembrana 77 orang, dan Klungkung 66 orang. Terdapat pula 11 korban jiwa dari kabupaten lain. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *