Petugas medis membawa pasien keluar dari ruangan rawat pinere pada peresmian pengoperasian Rumah Sakit Rujukan Penanganan COVID-19 di Banda Aceh, Aceh, Selasa (20/4/2021). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST. com – Penambahan pasien kasus COVID-19 yang terjadi di beberapa daerah masih bisa ditangani oleh rumah sakit. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam acara webinar, Jumat (23/4).

“Kita lihat di rumah sakit pemerintah di daerah Sumatera sejak liburan Paskah ada kenaikan sedikit tapi BOR-nya juga masih di bawah,” katanya dikutip dari kantor berita Antara.

Budi mengatakan bahwa peningkatan jumlah pasien COVID-19 yang menjalani perawatan juga dilaporkan terjadi di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat namun dia tidak menjelaskan secara terperinci data kenaikannya.

Baca juga:  Persoalan "Zero Dollar Tour" di Bali akan Dibahas dengan Menpar

“Di Jakarta beberapa rumah sakit mengalami kenaikan, tapi BOR-nya masih di bawah. Kita belum kekurangan tempat tidur rumah sakit. Di Jawa Barat ada kenaikan sedikit dari kasus dan jumlah pasien di rumah sakit,” katanya.

Budi mengatakan bahwa penambahan kasus penularan COVID-19 yang terjadi saat ini masih tergolong rendah. Dia meminta masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan agar lonjakan kasus tidak terjadi.

Baca juga:  Sepekan Terakhir, Kasus COVID-19 Baru Naik Hampir Dua Kali Lipat

Budi tidak ingin lonjakan kasus COVID-19 seperti yang terjadi di India sampai melanda Indonesia. “India kenaikannya cukup tinggi sekali, disebabkan oleh dua hal, pertama karena ada mutasi (virus) baru di sana dan kedua karena ada penurunan cukup drastis sejak Desember 2020 banyak pelonggaran-pelonggaran yang dilakukan terlalu cepat,” katanya.

Pelonggaran yang dia maksud meliputi pemberian izin bagi kegiatan keagamaan yang mengundang banyak orang.

Budi mengemukakan bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro terbukti efektif menurunkan kasus COVID-19 di Indonesia. “Dengan PPKM Mikro dan vaksinasi kita alami penurunan sama seperti yang dialami India pada September lalu dan penurunannya cukup drastis,” katanya.

Baca juga:  Tambah 50 Kasus Transmisi Lokal, Ini 3 Besar Terbanyak Sumbang Warga Terpapar

Belajar dari India, kita harus hati-hati lihat tren ini seperti apa. Sejak liburan Paskah dua pekan lalu kita lihat pekan ini rata-rata mulai naik sedikit. Ini tugas bersama. Jangan sampai seperti India. Lebih baik waspada sejak awal, katanya. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *