Ilustrasi. (BP/Istimewa)

HARIDWAR, BALIPOST.com – Kasus COVID-19 di India mencapai rekor baru lagi pada Rabu (14/4). Kenaikan ini terjadi ketika ratusan ribu umat Hindu berkumpul untuk mandi di Sungai Gangga untuk rangkaian festival kendi atau Kumbh Mela.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, negara itu melaporkan 184.372 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir. Akumulatif infeksi di India menjadi 13,9 juta kasus, berdasarkan data kementerian kesehatan setempat.

Angka kematian juga meningkat 1.027 menjadi total 172.085 korban meninggal dunia akibat virus tersebut. Sanjay Gunjyal, Inspektur Jenderal Polisi di festival tersebut, mengatakan sekitar 650.000 orang telah mandi pada Rabu pagi.

Baca juga:  Diskes Bangli Kekurangan Nakes, Pustu di Katung 3 Tahun Kosong

“Orang-orang didenda karena tidak mematuhi aturan jarak sosial di ghat yang tidak ramai, tetapi sangat sulit untuk mendenda orang di ghat utama, yang sangat ramai,” kata dia, merujuk pada istilah untuk area pemandian.

Ada sedikit bukti jarak sosial atau penggunaan masker, menurut seorang saksi mata Reuters.

Lebih dari 1.000 kasus telah dilaporkan di distrik Haridwar dalam dua hari terakhir, menurut data pemerintah.

Baca juga:  Kumulatif Kasus COVID-19 Bali Lampaui 20.000! Tambahan Harian di Atas 260 Orang

Sejak 2 April 2021, India telah menjadi negara paling parah terdampak COVID-19 di dunia. Pemerintah menyebut tingginya kasus baru di negara itu disebabkan kegagalan untuk memperhatikan pembatasan pergerakan dan interaksi sosial.

Negara bagian terkaya di India, Maharashtra, pusat gelombang kedua nasional dan yang menyumbang sekitar seperempat dari kasus negara itu, akan memberlakukan pembatasan ketat mulai Rabu. Kebijakan untuk mencoba menahan penyebaran virus.

Di tempat lain, rumah sakit swasta yang kewalahan menolak pasien, menambah beban pada fasilitas pemerintah.

Baca juga:  Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Pantai Atuh

Di negara bagian barat Gujurat, media lokal melaporkan antrean panjang ambulans menunggu di luar Rumah Sakit Sipil Ahmedabad, dengan beberapa pasien dirawat di sana sementara mereka menunggu.

Sumber rumah sakit, yang menolak disebutkan namanya karena dia tidak berwenang untuk berbicara di depan umum, mengatakan ini karena banyak rumah sakit swasta kekurangan oksigen dan mengirim pasiennya ke rumah sakit umum. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.