Peninjauan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) oleh Dirjen Dikti Kemendikbud Prof Nizam dan sejumlah pejabat Kemendikbud di Pusat UTBK UI di Salemba, Jakarta, Rabu (14/4). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2021 gelombang pertama sudah dimulai sejak 12 April. Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Budi Prasetyo mengatakan tingkat kehadiran mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, tingkat kehadiran pada tahun ini cukup tinggi yakni mencapai 93,41 persen. “Lebih tinggi dari tahun lalu, yang hanya sekitar 88 persen,” ujar Budi saat kunjungan ke Pusat UTBK Universitas Indonesia Salemba di Jakarta, Rabu (14/4).

Tingginya tingkat kehadiran peserta UTBK tersebut, lanjut dia, dikarenakan kebijakan terbaru dari LTMPT. Yakni peserta yang sudah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tidak diperbolehkan mengikuti UTBK Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Baca juga:  Masih Tinggi, Penambahan Kasus Positif COVID-19 di Bali

“Sehingga mereka yang sudah diterima di jalur SNMPTN tidak terlanjur mendaftar di SBMPTN,” ujar dia.

Total peserta yang hadir hingga hari kedua UTBK sebanyak 131.818 peserta dari total 141.121 peserta yang ikut UTBK.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Prof Nizam, mengatakan sejauh ini pelaksanaan UTBK berjalan lancar. Meskipun, ia tak menampik ada sejumlah kendala yang terjadi.

“Misalnya, sempat terjadi insiden kecil seperti mati lampu, namun dengan kerja sama banyak pihak, insiden tersebut bisa teratasi, ” kata Nizam.

Baca juga:  Pendaftaran UTBK SBMPTN Berakhir Hari Ini, Peminatnya Sudah Tujuh Ratusan Ribu Siswa

Pelaksanaan UTBK juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari pengecekan suhu peserta, penyemprotan disinfektan pada sarana UTBK, dan lainnya.

Nizam menambahkan pelaksanaan UTBK pada 2021 lebih baik dari tahun sebelumnya. Pada UTBK 2020 sempat ada kekhawatiran pelaksanaan UTBK dapat menjadi kluster baru penyebaran COVID-19.

Akan tetapi hal itu tidak terbukti. “Pelaksanaan UTBK tahun ini cenderung minim masalah dan lebih tenang, karena kami menggali pengalaman dari tahun sebelumnya. Apa yang sudah baik direplikasi pada tahun ini,” ucap Nizam.

Baca juga:  ISI Denpasar Gelar UTBK

Pelaksanaan UTBK gelombang pertama dimulai pada 12 April hingga 18 April 2021. Sementara gelombang dua dimulai pada 26 April hingga 30 April 2021 dan 1 Mei dan 2 Mei 2021.

Pelaksanaan UTBK diselenggarakan di 74 Pusat UTBK. Sedangkan untuk UTBK tuna netra terdapat di 51 Pusat UTBK.

Untuk sesi pertama dimulai pukul 06.45 WIB hingga 10.30 WIB. Sementara untuk sesi kedua, dimulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.35 WIB. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *