SEMBAKO - Perwakilan donatur menyerahkan paket sembako secara simbolis ke kelian adat Banjar Bun, Dangin Puri, Denpasar Timur, Senin (12/4). (foto/eka adhyasa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Untuk meringankan beban masyarakat di masa pandemi COVID-19 dan memepererat rasa kebersamaan, Banjar Bun membagikan sembako pada warganya di Balai Banjar Bun, Kelurahan Dangin Puri, Denpasar Timur, Senin (12/4). Sekitar 160 kepala keluarga yang membutuhkan dan terdampak pandemi COVID-19 menerima paket, berisikan 10 Kg beras, 1 liter minyak goreng, dan 2 Kg daging babi.

Menurut Kelian Adat Banjar Bun, I Made Sukmaja pembagian sembako tahap IV ini ditujukan untuk warga adat Banjar Bun yang membutuhkan dan terdampak pandemi COVID-19. Dari sekitar 200 kepala keluarga yang ada di Banjar Bun, sebanyak 160 kepala keluarga mendapatkan pembagian sembako.

Baca juga:  Waspadai Keripik Jamur Mengandung Narkoba

Teknis pelaksanaannya, sebelumnya pihak banjar mengedarkan formulir pengajuan ke seluruh warga adat. Warga yang membutuhkan diminta untuk mengisi formulir tersebut, dan nantinya diberikan kupon untuk ditukarkan dengan sembako.

Karena pelaksanaan pembagiannya menjelang Hari Raya Galungan, maka selain sembako juga diberikan daging babi. Paket yang dibagikan kali ini merupakan bantuan dari sejumlah donatur. “Bersama para donatur menyelenggarakan ini untuk membantu meringankan beban warga adat Banjar Bun yang terdampak secara ekonomi di masa pandemi ini,” papar Sukmaja

Baca juga:  Tambahan Kasus Baru Positif COVID-19 di Bali, Transmisi Lokalnya Capai 70 Persen

Salah satu donatur, Ketut Armaya menambahkan bahwa pembagian paket semabako ini merupakan inisiatif bersama untuk meningkatkan kepedulian dan rasa kebersamaan di masa pandemi. “Terutama dalam merayakan Galungan, kita bersama-sama dapat menikmatinya dengan apa adanya. Menghilangkan perbedaan dan kebencian yang ada diantara krama banjar.

Untuk ke depannya, semasa pandemi ini menyebabkan kesusahan ekonomi dilingkungan Banjar Bun, pihak banjar bersama donatur akan berupaya untuk tetap melaksanakan kegiatan seperti ini. Di samping sudah ada yang mendapatkan bantuan dari pemerintah, dari krama sendiri juga terdapat bantuan untuk sesama. “Rasa kebersamaan saja. Karena kita sudah bekerja bertahun-tahun, melihat saudara kita ada yang agak susah, kita rangkul bersama. Kembali ke rumah besar, banjar ini kami anggap rumah besar untuk kita semua,” tutup Armaya. (Eka Adhiyasa/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.