Pedagang daging babi di pasar tradisional sedang memotong daging. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Perayaan Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan umumnya dibarengi dengan gejolak harga kebutuhan pokok, seperti daging babi serta Sembako. Guna meredam gejolak harga, Pemerintah Kabupaten Badung meminta jajarannya memperhatikan stok barang di pasaran.

Seperti halnya dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan setempat. Pihaknya, telah melakukan pendataan jumlah babi yang sudah siap potong guna memastikan Badung tidak kekurangan suplai daging babi.

Baca juga:  Makna Galungan dan Kuningan bagi Umat Hindu

“Kami pastikan kesediaan babi jelang hari raya aman. Memang, kalau dilihat dari populasinya mengalami penurunan pasca ASF (Africa Swine Fever). Namun kini masyarakat sudah mulai melaksanakan restocking, dan kita pastikan babi aman jelang Galungan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, Wayan Wijana, Rabu (7/4).

Menurutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali untuk memastikan ketersediaan daging babi. Di Kabupaten Badung sendiri pada Galungan ini jumlah babi yang siap potong sekitar 1.342 ekor.

Baca juga:  WP Petani Keluhkan NJOP di Buleleng Naik 400 hingga 1000 Persen

Dijelaskan, harga babi hidup mencapai Rp 40ribu sampai dengan 50 ribu per kilogram. Sedangkan, harga daging babi siap oleh mencapai Rp 82 ribu perkilogram.

“Jika mengacu data pemotongan babi Hari raya Galungan sebelumnya sebanyak 1.062 ekor, jadi masih ada sebanyak 280 ekor babi yang lebih,” katanya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.