akomodasi
Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Realisasi pendapatan Pemkot Denpasar selama 3 bulan (triwulan I) baru terealisasi belasan persen dari target. Sedangkan pajak daerah, baru tercapai di bawah 10 persen. Demikian diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar, Dewa Gede Semadi, Rabu (7/4), dalam rapat kerja Pansus 14 DPRD Denpasar.

Ia mengungkapkan realisasi pendapatan pada tiga bulan ini baru mencapai 19 persen dari target yang terpasang, yakni Rp 460 miliar lebih. Sedangkan pajak daerah yang berhasil dicapai hingga kini baru sebesar 6 persen dari target yang dipasang.

Baca juga:  PON Papua Tinggal 157 Hari

Dalam sidang paripurna ke-20 pada Rabu (18/11/2020) pendapatan daerah ditarget Rp 1,61 triliun lebih yang terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 657,06 miliar lebih, Pendapatan Transfer dirancang sebesar Rp 895,09 miliar lebih dan lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah dirancang sebesar Rp 61,43 miliar lebih.

Kepala Bappeda Kota Denpasar Putu Wisnu Wijaya Kusuma mengatakan pihaknya sudah merancang beberapa pola pendapatan yang bisa disepakati. Misalnya, ada yang optimis dengan pertumbuhan ekonomi potisif.

Sedangkan ada yang moderat dengan asusmsi pertumbuhan ekonomi minus 0,53 serta pesimis minus 4,71.

Baca juga:  Ribuan Siswa Laksanakan Bersih-Bersih Pantai

Dalam penyusunan RPJMD tersebut, Bappeda diminta lebih realistis dengan kondisi pandemi COVID-19 yang masih terjadi. Artinya, penyusunan pendapatan dalam RPJMD tersebut jangan terlalu optimis dengan pertumbuhan yang tinggi.

Anggota Pansus 14, Ketut Suteja Kumara dalam kesempatan tersebut meminta agar Bappeda menyusun RPJMD tetap mengacu pada kondisi yang ada saat ini. Karena masih dalam pandemi COVID-19, target-target yang dipasang tidak terlalu tinggi.

Ini untuk menghindari progres capaian yang jauh dari target. Sehingga memunculkan narasi-narasi yang kurang baik bagi kepala daerah.

Baca juga:  ASN di Sekretariat Daerah Denpasar Dites Urine

Anggota Pansus lainnya, Wayan Gatra menilai apa yang tercantum dalam RPJMD harus tetap optimis. Bila nanti tidak tercapai apa yang dirancang, tidak ada yang bisa menyalahkan.

Karena semua menghadapi pandemi COVID-19. “Kita tetap mengacu pada provinsi, serta pusat yang saya kira berani optimis dalam memasang target-target pendapatan. Kita harus berani optimis seperti itu. Nanti kalau tidak terealisasi, tidak ada yang menyalahkan,” ujar wakil rakyat yang merupakan mantan Kadisperindag ini. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *