Antrean penumpang saat naik ke atas fast boat. (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Arus penyeberangan dari pelabuhan rakyat di Kusamba ke Kepulauan Nusa Penida, melonjak pada hari libur Wafatnya Yesus Kristus, Jumat (2/4). Arus penyeberangan naik dua kali lipat dari biasanya sejak dua hari terakhir.

Situasi demikian diperkirakan akan berlanjut sampai Minggu nanti. seperti pada Pelabuhan Rakyat Tribuana Kusamba, Kecamatan Dawan, penumpukan penumpang dari berbagai daerah sudah terjadi sejak pagi.

Bahkan, sampai pukul 08.00 WITA, arus penyeberangan sudah sampai delapan trip dari biasanya dalam situasi normal sebanyak empat trip. Para penumpang rela antre sejak pagi sesuai nomor tiket, menunggu keberangkatan fast boat.

Baca juga:  Kembali Zona Merah di Bali Tinggal Dua! Kabupatennya yang Beda

Salag satu wisatawan asal Jakarta, Maaruf, saat ditemui di lokasi mengaku ingin ke Nusa Penida serangkaian hari libur panjang. Ia akan di Bali selama empat hari bersama teman-temannya.

Mereka berencana untuk mengunjungi sejumlah tempat menarik di Nusa Penida, seperti Pantai Klingking, Crystal Bay, Lembongan dan tempat-tempat menarik lainnya. Bahkan, ia datang khusus ke Nusa Penida lengkap dengan berbekal surat keterangan bebas COVID-19.

Baca juga:  Tiga Zona Merah Ini Jadi Penyumbang Terbanyak Kasus COVID-19 Baru

“Saya liburan empat hari, sudah dijadwalkan. Setelah ke Nusa Penida, nanti lanjut ke Lempuyang (Karangasem) lalu ke Ubud (Gianyar). Saya berencana empat hari di Bali, baru saja datang kemarin,” kata Maaruf.

Menurut salah satu Petugas Angkutan Penyeberangan setempat Made Yustina, meningkatnya jumlah kunjungan ke Nusa Penida akan berlangsung sampai hari Minggu nanti. Melihat situasi ini, pelaksanaan protokol kesehatan harus tetap berjalan dan dilakukan dengan disiplin.

Maka, ia tetap berupaya memastikan agar protokol kesehatan tetap dipatuhi agar mampu mencegah penularan COVID-19. Tidak hanya di Pelabuhan Rakyat Tribuana – Sampalan, arus penyebrangan dari Pelabuhan Rakyat Banjar Bias-Buyuk juga tidak kalah padat.

Baca juga:  Karena Ini, Monumen GZ Ditutup 7 Hari dari Pengunjung

Kebetulan, aktivitas penyebrangan yang ramai juga didukung cuaca dari pagi sampai siang cukup bagus. Tidak ada angin kencang, gelombang laut juga cukup tenang. Meski seharinya sebelumnya sempat terjadi hujan lebat.

Selain dipadati wisatawan, penyebrangan ke Nusa Penida juga didominasi warga lokal Nusa Penida yang pulang kampung selama libur panjang ini. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.