Anak-anak Lembongan saat belajar menari. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Redupnya pariwisata Bali pascapandemi COVID-19 membuat pelaku pariwisata tak bisa berbuat banyak. Mereka hanya berupaya merawat akomodasi pariwisatanya agar tidak rusak, sambil menunggu kabar dibukanya kembali pariwisata Bali.

Ada juga pelaku pariwisata yang mengisi waktu dengan melatih anak-anak menari. Seperti di daerah kepulauan Desa Lembongan, anak-anak TK maupun SD dilatih menari oleh kelompok pemuda yang juga pelaku pariwisata dari ST. Tri Budhi Yasa Banjar Adat Kelod Desa Lembongan.

Latihan menari dipusatkan di Balai Banjar Adat Kelod, Lembongan. Vakumnya pariwisata membuat pelaku pariwisata, khususnya di kalangan pemuda mengisinya dengan melatih sedikitnya 50 orang anak-anak setempat menari, sebagai upaya pelestarian seni budaya Bali.

Baca juga:  Hendak Swafoto, Dua WN Tiongkok Jatuh dari Tebing Devil Tear

Dengan berpakaian adat madia, anak-anak juga nampak antusias mengikutinya. Apalagi, selama ini anak-anak tidak bisa belajar tatap muka.

Ketua ST (Sekaa Truna) Tri Budhi Yasa Gede Jana, Rabu (31/3) mengatakan aktivitas seperti ini sudah mereka lakukan sejak lima bulan terakhir. Ia mengaku sengaja mengajak teman-temannya juga ikut untuk melatih anak-anak setempat belajar seni.

Sebab, mereka juga sudah dirumahkan. Sehingga sepakat mengarahkan kegiatan pada hal-hal yang positif, dengan melatih anak-anak menari tanpa dibayar sedikit pun.

Baca juga:  Pelaku Pariwisata Mesti Berperan Antisipasi Ancaman Terorisme

Melihat antusiasnya anak-anak setempat, mereka pun akhirnya juga makin antusias. “Nanti anak-anak kalau sudah bisa menari, bisa dipentaskan saat upacara adat dan keagamaan di desa. Selain itu, juga nanti bisa dipentaskan saat menyambut wisatawan, ketika pariwisata sudah pulih,” katanya.

Klian Banjar Adat Kelod Lembongan I Wayan Pijer menyambut baik aktivitas pelaku pariwisata ini, ketika situasi sedang lesu. Mereka tetap melakukan kegiatan positif dan produktif.

Ia juga mendukung penuh, bahkan sesekali hadir ke lokasi, untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan pelaksanaan protokol kesehatan tetap berjalan. Anak-anak tetap mengenakan masker dan berjaga jarak serta rajin cuci tangan di lokasi latihan.

Baca juga:  Persaingan Makin Ketat, Kompetensi Pekerja Hospitality Perlu Ditingkatkan

Salah satu anak yang ikut latihan menari, Kadek Shanti, mengaku antusias. Mulai dari belajar dasar-dasar menari sampai akhirnya bisa menarikan sejumlah jenis tarian.

Seperti Tari Pendet, Puspanjali Condong sampai Sekar Jagat. Ia mengaku hobinya menari dapat tersalurkan dengan baik dan punya rasa percaya diri, jika nanti diminta untuk pentas. “Senang juga, jadinya tidak jenuh, dapat bertemu dengan teman-teman baru di lokasi latihan menari,” kata Shanti. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *