MANGUPURA, BALIPOST.com – Penyidik Unitreskrim Polsek Mengwi terus mendalami kasus pembobolan laundry milik keluarga korban Covid-19. Saat diperiksa, tersangka Johandi mengaku terpaksa mencuri karena butuh uang untuk biaya ibunya sedang sakit.

“Ibu saya jatuh di kamar mandi di kampung (NTB). Uang hasil jual barang curian saya kirim semua ke kampung untuk biaya berobat ibu,” kata Johandi, Rabu (31/3).

Selanjutnya, Johandi mengaku baru dua mingguan mengamen di Jalan Gatot Subroto, Denpasar dan Central Parkir, Kuta. “Sebelumnya saya kerja pasang plafon. Karena kontrakan pasang plafon habis, saya terpaksa ngamen,” ucapnya.

Baca juga:  Per Hari Kumpulkan Puluhan Ton, Badai Sampah Kiriman Diprediksi Masih Berlanjut

Terkait aksi pencurian itu, Johandi mengaku tinggal dekat TKP sehingga paham situasi di sana. Saat laundry kosong, pelaku melompat tembok pagar belakang tidak terlalu tinggi. Pelaku dengan mudah mengambil barang berharga milik korban.

Kapolsek Mengwi AKP Putu Diah Kurniawandari mengatakan, pihaknya masih mencari satu pelaku lagi berinisial DD. “Pelaku sempat diajak ke Banyuwangi untuk mencari barang bukti. Sebagian barang bukt sudah diamankan,” ujarnya.

Baca juga:  Tunggu Saudara, Pekerja IT Ini Malah Dibegal

Sebelumnya, saat AA (42) sibuk urus jasad suaminya meninggal karena Covid-19, laundry miliknya di wilayah Desa Mengwitani, Badung, Selasa (23/3) dibobol maling. Setelah kasus ini dilaporkan ke Polsek Mengwi, akhirnya polisi berhasil meringkus pelakunya merupakan pengamen, Johandi (22), Selasa (30/3). (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *