Kornelis Kwangu Langu. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dua petinju Bali Kornelis Kwangu Langu dan Cakti Dwi Putra usai melakoni Seleknas SEA Games, kini masih menunggu pemanggilan Pelatnas. Kornelis baru saja juara di kelas layang (49 kg) usai menaklukkan Mario Kali (NTT), sedangkan Cakti Dwi Putra harus mengakui ketangguhan lawannya Rusdianto Suku (Lampung).

Pelatih tinju Bali Yulianus Leo Bunga, di Denpasar, Selasa (30/3) menerangkan, bagi petinju juara dan runner up Seleknas SEA Games, yang digelar di Sasana Dirgantara Boxing Mabes TNI-AU Cilangkap, Jakarta Timur, otomatis akan menghuni Pelatnas. “Kami menunggu jadwal pemanggilan Pelatnas SEA Games,” tutur Yulianus.

Baca juga:  Pelayat Terus Berdatangan ke Rumah Duka Nyoman Suwandha

Alasannya, kata dia, SEA Games dihelat di Vietnam pada November. Sementara, hajatan PON di Papua diselenggarakan pada Oktober. Menurut Yulianus, jadwal pemanggilan petinju Pelatnas masih tarik ulur, mengingat beberapa daerah telah menggelar Pelatda sebagai persiapan atletnya berlaga di ajang PON.

Sementara, PP Pertina menghendaki Pelatnas SEA Games segera digulirkan. “Jadi, kami masih menunggu kepastian pemanggilan Kornelis dan Cakti,” ucapnya. Yang jelas, Yulianus mengevaluasi penampilan Cakti di atas ring kurang garang dan petinju wajib memiliki pukulan yang mematikan (killing punch).

Baca juga:  Tiga Petinju Bali ke Semifinal Kejurnas Tinju

Dia menceritakan, sebelum melaju ke final, Cakti yang asal Klungkung ini berhasil menjatuhkan lawannya Onesimus Kuruba (Papua Barat) dua kali. “Cakti sukses menjungkalkan Onesimus hingga tersungkur dan menciumkan kanvas dua kali, namun lawannya itu mampu bangkit lagi,” kenangnya.

Untuk laga pamungkas, Yulianus mengemukakan, Cakti kembali tampil mendominasi di ronde pertama, hingga dirinya mampu menghujamkan beberapa pukulan yang mendarat di wajah Rusdianto. Sayangnya, di ronde ketiga Cakti berpeluang merebut poin. Apalagi lawannya Rusdianto sudah terkuras staminanya.

Baca juga:  Cakti Optimis Taklukkan Rusdianto

Kenyataannya, justru peluang itu tidak di maksimalkan Cakti, hingga berbalik Rusdianto yang unggul dan dinyatakan menang angka. Ia berharap, kelak di Pelatnas Cakti tampil galak mampu menggenjot fisik dan staminanya, serta pandai memanfaatkan peluang menjatuhkan lawan.

“Rusdianto dan Cakti merupakan dua petinju yang sekelas dan senantiasa latih tanding. Mudah-mudahan Cakti bisa membenahi kekurangannya, hingga dia yang lolos merebut tiket ke SEA Games,” paparnya. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *