Patroli pihak kepolisian di Nusa Penida dipimpin Kapolsek. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pascaledakan bom di Makassar, jajaran kepolisian langsung melakukan pengetatan keamanan. Seluruh markas polisi diminta merespons serius kejadian itu untuk mencegah terjadinya ledakan susulan di tempat lain.

Seperti di wilayah Kepulauan Nusa Penida, Klungkung, sebagai daerah tujuan wisata. Polisi melakukan pengetatan keamanan wilayah dengan meningkatkan kegiatan patroli.

Kapolsek Nusa Penida, AKP Gede Sukadana, Senin (29/3) mengatakan seluruh lembaga kepolisian sudah menerima instruksi dari pusat, agar melakukan atensi wilayah. Demikian juga apa saja langkah antisipasi yang harus dilakukan di setiap wilayah.

Baca juga:  Karena Ini, Kesehatan Anggota Polda Bali Dicek

Terutama pada pintu-pintu masuk wilayah, seperti di Bali. Jalur-jalur penyebrangan seperti ke Nusa Penida menjadi atensi pihak kepolisian.

Sejak pagi mereka sudah meningkatkan kegiatan patroli di sekitar Pelabuhan Banjar Bias, Kusamba. Polisi memantau seluruh penumpang yang hendak naik ke fast boat, sebelum melakukan penyebrangan ke Nusa Penida.

Selain itu, juga tetap memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan. Sehingga, kegiatan penyebrangan tetap berjalan normal.

Demikian juga jajaran kepolisian di Kecamatan Nusa Penida, mereka sudah berjaga-jaga sejak pagi melakukan patroli dan memantau langsung setiap penumpang yang turun di sejumlah pelabuhan rakyat, seperti di Buyuk. Kebetulan, di saat yang sama ada kunjungan Duta Besar Kanada ke Nusa Penida, Senin (29/3), serangkaian program kerja sama dengan Bappenas yang salah satunya dipusatkan di Nusa Penida.

Baca juga:  Puluhan Warga Batal Nyeberang ke Nusa Penida

Proses pengamanan dilakukan cukup ketat, untuk memastikan kunjungan ini aman. “Kami tetap kerahkan seluruh anggota untuk siaga. Amankan wilayah dengan patroli. Sesuai instruksi atasan,” kata Sukadana.

Kapolsek asal Kediri, Tabanan ini, mengatakan selain menyasar tempat ibadah, aksi terorisme juga kerap menyasar jajaran kepolisian. Aksi terorisme dengan sasaran anggota polisi, terjadi dengan mempelajari setiap kebiasaan jajaran kepolisian.

Jadi, aksi mereka jelas berbahaya. Maka pihaknya harus meningkatkan kewaspadaan dari anggota. “Meskipun di wilayah kami tidak ada gereja, kunjungan wisatawan juga minim, tetapi kami tetap fokus siaga, tingkatkan patroli. Kami jaga pintu-pintu masuk menuju Nusa Penida,” tegasnya. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.