Subak di sepanjang lahan pertanian yang berlokasi di wilayah Sempidi, kecamatan Mengwi kini tengah mengalami panen raya. (BP/Par)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Petani di Kabupaten Badung mulai menikmati hasil panen padi setelah serangan hama tikus mulai berkurang. Bahkan, Dinas Pertanian dan Pangan setempat mencatat hasil penen di triwulan pertama Maret 2021 mencapai 15.614,40 ton gabah kering giling (GKG).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Wayan Wijana, saat dikonfirmasi Senin (22/3) tak menampik perihal tersebut. Serangan hama tikus terhadap tanaman padi para petani mulai berangsur berkurang. Bahkan, April mendatang diperkirakan akan ada panen raya. “Panen mulai menunjukan hasil yang cukup baik. Mengingat sebelumnya terjadi serangan hama, khusus tikus yang mengakibatkan hasil panen petani merosot. Untung bisa cepat ditangani sehingga hasil panen cukup baik,” ungkapnya.

Baca juga:  Penting untuk Pertanian, Data Statistik Mesti Manfaatkan Teknologi

Wijana mengaku di tahun ini, tidak ada petani yang mengalami Puso atau gagal panen. Hal itu lantaran sudah diantisipasi jauh-jauh hari oleh pemerintah. Bahkan, dalam mengusir hama di Kabupaten Badung Pemerintah Kabupaten Badung sampai menempuh jalan niskala. “Untuk masalah ngaben bikul sangat berdampak pada hasil pertanian. Bahkan dari laporan yang masuk memang cenderung mengalami penurunan hamanya,” bebernya.

Dijelaskan, poduksi padi di Kabupaten Badung pada musim tanam (MT) I Januari-Maret 2021 mencapai 15.614,40 ton GKG atau setara dengan setara beras 8.827,89 ton. Meski demikian tidak semua lahan pertanian di Badung panen padi, sesuai catatan Dinas Pertanian dan Pangan kabupaten Badung dari 8.057,00 ha lahan pertanian di Badung, yang panen padi baru 1.286,00 ha.
“Saat ini sudah ada beberapa petani yang mengalami panen padi. Hanya saja tidak semua lahan pertanian yang ada panen padi, karena enanaman padi dilakukan secara bergilir setiap subak,” jelasnya.

Baca juga:  10 Hari Menghilang, Petani Ditemukan Meninggal di Sawah

Dikatakan, kebutuhan akan beras di Badung mencapai 5.174,92 ton setiap bulan. Namun dari hasil panen di 2020 pihaknya mengklaim mamenuhi kebutuhan beras. Mengenai hasil panen sebelumnya, pihaknya mengaku tahun 2020 lalu produksi GKG sebanyak 111.755,06 ton atau setara beras 63.414,57 ton dengan kebutuhan beras 60.859,46 ton. Jadi pada tahun 2020 lalu kata mantan Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda Badung terjadi surplus 2.555,11 ton. “2020 kita surplus namun tidak banyak, semoga tahun ini juga mengalami peningkatan. Namun semua itu masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan karena kita mengalami surplus di tahun sebelumnya atau tahun 2020,” pungkasnya. (Parwata/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *