Petugas dari Dinas Kesehatan menindaklanjuti warga yang digigit anjing rabies di Melaya. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Kasus anjing rabies kembali muncul di Jembrana. Sejumlah warga di Banjar Pangkung Dedari, Desa Melaya, digigit anjing yang terjangkit rabies. Dari hasil pengecekan petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, ada empat orang yang digigit dan telah ditindaklanjuti dengan vaksin anti rabies (VAR).

Dari penelusuran, anjing peliharaan milik Ni Nengah Weli (81) ini awalnya menggigit salah seorang warga, Ni Ketut Sariani (55) di bagian kaki pada 3 Maret lalu. Baru kemudian menggigit pemilik anjing di bagian jari kaki kiri pada 6 maret lalu. Selanjutnya anjing itu kembali menggigit dua warga lainnya yang diantaranya masih berumur 4 tahun.

Baca juga:  Sejak Tatanan Era Baru Diberlakukan, Kasus COVID-19 di Buleleng Melonjak

Lantaran sering mengamuk dan menggigit warga, pemilik kemudian mengurung anjing tersebut. Hingga beberapa kemudian tepatnya pada 12 Maret lalu anjing tersebut mati. “Tim kami dari kesmavet telah mengambil sampel otak untuk dikirim ke Balai Besar Veteriner di Denpasar, dan ternyata hasilnya positif rabies,” terang Kepala Seksi Keswan pada Dinas Pertanian dan Pangan, I Gusti Rai Mulyawan. Seluruh warga yang mengalami gigitan anjing rabies itu menurutnya sudah disuntik vaksin anti rabies.

Baca juga:  Sejumlah Ternak Mati Misterius di Nusa Penida

Pada Jumat (19/3), tim kabupaten melakukan euthanasia selektif dan emergency vaksinasi pasca-rabies di dusun Pangkung Dedari, Desa Melaya. Dalam sehari kemarin menurutnya sudah 22 ekor Hewan Penular Rabies (HPR) yang divaksinasi dan 6 ekor HPR dieliminasi karena ada kontak langsung. “Untuk sampel otak lanjutan dari HPR hari ini kita bawa ke Balai Besar Veteriner. Apabila kembali ada yang positif, kita akan tindaklanjuti lebih luas,” pungkasnya. (Surya Dharma/Balipost)

Baca juga:  Anjing Rabies Gigit Lima Warga di Semarapura Klod Kangin

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.