Kebakaran terjadi di Busungbiu, Jumat (12/3). (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Dua bangunan di Banjar Dinas Kaja, Desa/ Kecamatan Busungbiu terbakar Jumat (12/3). Dari kejadian ini, pemilik bangunan diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 300 juta.

Kapolsek Busungbiu AKP Gede Budiartha seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, Sabtu (13/3) mengatakan, dua bangunan yang terbakar itu milik Kadek Yuliartana (36). Kedua bangunan itu ukurannya masing-masing 20 x 20 meter persegi dan 15 x 30 meter persegi. Bangunan dengan atap seng ini tanpa tembok.

Baca juga:  TPA Sente Kebakaran, Pipa Pengeluaran Gas Metan Dipasang

Di dalam bangunan terdapat dua unit mobil dan sejumlah tabung gas elpiji. Sebelum kejadian, tidak jauh dari bangunan itu dilakukan pembersihan dan membakar sampah yang berserakan.

Setelah itu, beberapa orang yang melakukan pembersihan itu sudah memastikan api telah padam. Sekitar pukul 18.00 WITA, tiba-tiba bangunan milik korban terbakar.

Api dengan cepat membesar hingga kedua bangunan dan isinya terbakar. Kejadian ini kemudian membuat warga melaporkannya kep polisi.

Tidak berselang lama, 2 unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Pemadam Kebakaran Seririt tiba di lokasi kejadian. Sayang, karena api sudah membesar, sehingga kedua bangunan dan isinya gagal diselamatkan.

Baca juga:  Cegah Kebakaran Hutan di Kintamani, Ini Imbauan BPBD Bangli

Api kemudian baru bisa dipadamkan sekitar 1 jam kemudian. “Dari pemeriksaan di TKP, sebelumnya ada pembakaran smapah, tapi titik apinya sudah dipadmakan, namun beberapa jam kemudian tiba-tiba warga menemukan kebakaran di bangunan milik korban,” katanya.

Menurut Kapolsek Budiartha, dari kejadian ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun demikian, kerugian materiil yang dialami korban lebih dari Rp 300 juta.

Polisi belum memastikan sumber kebakaran tersebut. Namun demikian, hasil pemeriksaan di TKP, diduga kebakaran ini dipicu karena percikan api dari sisa pembakaran sampah yang dilakukan sebelum kejadian.

Baca juga:  Seorang Naker Migran Asal Buleleng Juga Dikonfirmasi Positif COVID-19

Percikan api itu cepat membesar karena di dalam bangunan terdapat tabung gas elpiji. “Penyebab pasti memang belum disimpulkan, namun kuat dugaan dari titik api bekas membakar sampah itu menyambar gas elpiji, sehingga terjadi kebakaran hebat tersebut,” tegasnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.