Petugas Damkar Bandung saat melakukan penanganan kebakaran. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Badung mencatat intensitas kejadian kebakaran dan upaya penyelamatan masih tergolong tinggi sepanjang 2025. Sepanjang tahun tersebut, petugas Damkar Badung menangani 285 kejadian kebakaran dan 747 kasus penyelamatan di seluruh wilayah Kabupaten Badung.

Sementara itu, pada awal 2026, tercatat 22 kasus kebakaran dan 27 kasus penyelamatan.

Berdasarkan data Damkar Badung, wilayah Kuta Selatan menjadi daerah dengan kasus kebakaran tertinggi, yakni 85 kejadian. Posisi berikutnya ditempati Kuta Utara dengan 61 kasus, Kuta 55 kasus, Mengwi 47 kasus, Abiansemal 27 kasus, dan Petang 10 kasus.

Baca juga:  Pasar Tusan Dikabarkan Terbakar, Ternyata Hanya Ini

Ada pun penyebab kebakaran paling dominan berasal dari arus pendek listrik sebanyak 100 kasus. Selain itu, kebakaran juga dipicu oleh aktivitas bakar sampah sebanyak 39 kasus, tabung gas 32 kasus, dupa 5 kasus, petir 2 kasus, puntung rokok 1 kasus, serta penyebab lain-lain yang mencapai 106 kasus.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Badung, I Wayan Wirya, menjelaskan bahwa data tersebut merupakan hasil rekapitulasi kegiatan operasional bidang pengendalian kebakaran di seluruh kecamatan. Tingginya jumlah kejadian menunjukkan peran strategis Damkar Badung dalam menjaga keselamatan masyarakat, baik dari ancaman kebakaran maupun situasi darurat lainnya.

Baca juga:  Bedeng dan Rombong Ludes Terbakar

“Selama 2025, petugas kami telah menangani berbagai kejadian, mulai dari kebakaran rumah tinggal, tempat usaha, hingga penyelamatan warga akibat bencana maupun situasi darurat lainnya,” ujar Wayan Wirya pada Kamis (22/1).

Tak hanya kebakaran, Damkar Badung juga aktif menangani ratusan kasus penyelamatan. Dari total 747 kasus, penanganan ular mendominasi dengan 481 kejadian, disusul penanganan sarang tawon 155 kasus dan biawak 47 kasus.

Selain itu, petugas juga menangani 29 kasus korban jiwa manusia, 43 kasus cincin tersangkut di jari, satu kasus pohon tumbang, tujuh kasus penanganan anjing, dua kasus luwak dan musang, serta dua kasus hewan lainnya. “Permintaan bantuan evakuasi cukup tinggi, terutama untuk hewan liar dan warga yang mengalami kejadian seperti cincin tersangkut di jari,” tambahnya.

Baca juga:  Objek Wisata Tutup Sementara, Pukulan Berat bagi Pelaku Pariwisata Badung

Menurut Wirya, pihaknya terus berupaya meningkatkan kecepatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi pos-pos Damkar di setiap wilayah serta perawatan armada secara berkala. “Kami menghimbau kepada warga untuk berhati-hati dan selalu waspada terhadap musibah yang kapan saja bisa terjadi. Kami juga akan siap siaga membantu masyarakat yang terkana musibah,” tandasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN