Wisatawan domestik sedang berada di Pantai Kuta saat libur akhir tahun. (BP/eka)

JAKARTA, BALIPOST.com – Angka kunjungan wisatawan tak akan lagi menjadi target di masa mendatang. Hal ini diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Ia mengutarakan Indonesia kini tidak lagi mengejar angka kunjungan wisatawan. Pihaknya fokus untuk mendorong pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).

Menparekraf Sandiaga Uno, dikutip dari Kantor Berita Antara, Selasa (9/3), mengatakan konsep pariwisata berkelanjutan itu dilakukan sebagai langkah pengelolaan pariwisata jangka menengah dan panjang.

Baca juga:  12 Bandara Dijadikan Embarkasi dan Debarkasi Haji

“Jangka menengah dan panjang, kita jadi destinasi pilihan di Asia Tenggara untuk wisatawan mancanegara dengan konsep quality and sustainable tourism. Kita enggak akan lagi kejar angka-angka. Wah salah kemarin kejar angka-angka. Kita kejar kualitas saja,” kata Menparekraf dalam webinar “The 6st Strategic Discussion “Redefining Sustainable Tourism Roadmap.”

Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, pemerintah ingin mengubah agar destinasi-destinasi di Indonesia lebih ramah lingkungan. Beberapa cara di antaranya dengan penggunaan energi baru terbarukan hingga pramuwisata yang bisa memastikan zero carbon footprint (nol jejak karbon) dalam setiap kegiatan pariwisata.

Baca juga:  Gubernur Bali Terbitkan Pergub Tentang Energi Bersih dan Kendaraan Listrik

Sementara untuk jangka pendek, kata dia, pemerintah akan fokus pada wisatawan domestik (wisatawan nusantara) untuk bisa menggenjot pariwisata di dalam negeri.

Lebih lanjut, Menparekraf Sandiaga Uno mengaku perubahan konsep pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan itu juga akan mengubah konsep pariwisata yang ramai atau dalam skala besar.

“Kita ingin shifting (beralih) dari mass tourism (pariwisata massal), ke sustainable tourism, ecotourism. Dari sea, sun, sand (pantai, matahari, pasir) menjadi sustainability, serenity and spirituality (berkelanjutan, ketenangan dan spiritualitas),” pungkasnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

  1. Achhh banyak sekali ngomongnya touris Ini lah touris itulah, touris Ya touris lah, yang utama mereka mo melihat kampung lo Ini. Bukan kerja, kalok lo sasar touris yang mo kerja, itu sih touris miskin. Tidur2 an dipantai sewa hotel yang murahan. Makannya aje di warung. Mana bisa mereka bayar jaminan 2,5M. Untuk visa long term. Mimpi lo sandiogo. Ikut si Anies aje deh lo, penuh mimpi.gue yakin concept Ini kaga jalan.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.