Permukiman warga di Kedunen, Pengambengan sudah dua hari tergenangi air akibat hujan 5 jam Selasa (23/2) pagi. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Sudah dua hari puluhan rumah warga di Kedunen, Desa Pengambengan masih tergenangi air dampak hujan deras yang mengguyur Selasa (23/2) pagi. Upaya penyedotan air oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana dan pihak desa setempat masih dilakukan. Namun hingga Rabu (24/2) siang, air masih banyak menggenang rumah warga. Bahkan sebagian besar air masuk hingga ke rumah.

“Sudah ada yang surut dengan sendirinya, tapi sebagian besar di Kedunen terutama masih tergenang air,” ujar Kepala Desa Pengambengan, Kamaruzzaman ditemui siang. Menurutnya Desa juga telah mendata warga yang terdampak genangan air ini. Total hingga 400 KK yang terdampak baik di Kedunen maupun di banjar lainnya.

Baca juga:  Kakak - Adik Terlibat Kasus Pencurian Motor

Saat ini diperkirakan masih ada 200 KK rumah warga di Kedunen dan sekitarnya yang masih tergenangi banjir. Selain berharap air segera surut, warga berharap bantuan air bersih. Diakui Kepala Desa, kondisi ini sudah sering terjadi ketika hujan deras dan cukup lama. “Jangankan lima jam hujan, setengah jam saja sudah pasti menggenang air di pemukiman warga,” ujarnya.

Pemukiman warga di Pengambengan ini menurutnya sebagian besar berada lebih rendah dari pantai. Sehingga air mengalir ke pantai sulit. Sudah ada rencana untuk perbaikan drainase yang mengalir ke pantai. Baik itu ke arah Pelabuhan Ikan Pengambengan, maupun pantai sisi Timur. Air yang menggenangi rumah warga ini menurutnya merupakan pembuangan dari persawahan di sisi Utara. Sejatinya, dulu di wilayah Banjar Munduk, ada areal rawa yang bisa menampung air sebelum mengalir hingga ke permukiman. Tetapi lantaran lahan itu sudah diratakan, air dengan cepat mengalir ke pemukiman warga yang lokasinya lebih di bawah

Baca juga:  Dana CSR Perlu Dikelola Badan Khusus

“Sudah kita data, total ada 400-an KK yang terdampak hujan kemarin itu,” terang Kamaruzzaman. Hingga kemarin upaya penyedotan air menggunakan genset masih dilakukan di sejumlah titik pemukiman warga. (Surya Dharma/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *