Suasana lalu lintas di Simpang Enam, Jl. Teuku Umar, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kondisi arus lalu lintas di Denpasar yang semakin padat diperlukan peremajaan sarana dan prasana yang memadai. Salah satunya, yakni kelengkapan trafick ligth yang dikombinasikan dengan kamera CCTV.

Sampai saat ini masih ada enam titik traffic ligth yang ada di Denpasar ini belum menggunakan sistem Area Traffic Control System (ATCS). Sedangkan yang lainnya sudah semua terintegrasi dengan ATCS.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, Jumat (18/2) mengungkapakan, Area Traffic Control System atau yang lebih dikenal dengan istilah ATCS adalah suatu sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi informasi pada suatu kawasan yang bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja jaringan jalan melalui optimasi dan koordinasi pengaturan lampu lalu lintas di setiap persimpangan. ATCS terdiri dari beberapa sistem utama yaitu, server, workstation, yang berfungsi sebagai pusat operasional untuk memonitor dan mengontrol kondisi lalu lintas dari seluruh persimpangan dalam satu area.

Baca juga:  Berbulan-bulan, Traffic Light Mati Rawan Picu Kecelakaan

Wall map, yang berfungsi menyediakan informasi status dan kondisi dari local controller (pengontrol persimpangan), Video Surveilance (CCTV), vehicle detector. ATCS Kota Denpasar juga dilengkapi kamera CCTV yang telah terpasang di puluhan titik persimpangan yang ada di Kota Denpasar.

Dalam melakukan pantauan arus lalu lintas CC-Room ATCS Kota Denpasar juga dilengkapi wall display yang digunakan untuk menampilkan setiap persimpangan untuk mengatur arus lalu lintas di Kota Denpasar dan juga telah memiliki layar wall map. Dikatakan, dari 64 persimpangan yang ada di Kota Denpasar, sebgaian besar persimpangan diatur langsung oleh ATCS Kota Denpasar, dan beberapa persimpangan pengaturan dilakukan oleh ATCS Provinsi Bali. “Jadi kini tinggal enam titik saja yang belum ATCS. Kini sedang dikerjakan. Pihaknya berharap Denpasar kembali mendapat bantuan dana dari Kementerian Perhubungan agar semua traffic light yang ada sudah menggunakan ATCS,” harap Sriawan.

Baca juga:  Polisi Periksa Dua Remaja Terkait Video Penganiayaan Ubud

Sedangkan, untuk traffic light dengan sistem ATCS akan ditingkatkan ke system ITS (intelligent transport system) dimana beberapa simpang dilengkapi video analitic untuk secara automatis bisa menghitung volume lalu lintas disamping VMS (Variable Massage Sign) dan juga camera. “Semua ini dibiayai dana APBN melalaui Kemenhub Ditjen Hubdat BPTD wilayah Bali dan NTB,” ujar Sriawan. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *