Pelaku I Made Netra alias Kaprot saat diamankan di Mapolsek Ubud. (BP/Wir)

GIANYAR, BALIPOST.com – Diduga karena salah paham dan dalam kondisi mabuk, pelaku I Made Netra alias Kaprot Sabtu (13/2) malam mencoba melukai pecalang yang sedang melakukan patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan sebuah sabit di Ubud, Gianyar. Beruntung sabetan sabit tersebut tidak mengenai korban Wayan Balik. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Ubud.

Kapolsek Ubud AKP I Gede Sudyatmaja ketika diminta konfirmasi Minggu (14/2) membenarkan peristiwa tersebut. Anggota Unit Lidik Reskrim Polsek Ubud dibawah pimpinan Iptu I Wayan Gede Mudana langsung melakukan penyelidikan keberadaan pelaku malam itu juga. Sekitar pukul 24.00 Wita pelaku I Made Netra ditangkap di sebuah villa milik Pak Dewa yang berlokasi di Jalan Cempaka, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Bersama pelaku juga diamankan barang bukti berupa 1 buah sabit dengan gagang besi dalam keadaan patah.

AKP I Gede Sudyatmaja menyampaikan saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Ubud. Sementara ini, pelaku diduga nekat menyabetkan sabit kepada korban karena salah paham saat diminta untuk memindahkan sepeda motornya.

Baca juga:  Pasien Positif COVID-19 di Gianyar Bertambah

Saat menjalani pemeriksaan dari mulut pelaku tercium bau minuman keras. ” Kami masih akan melakukan pendalaman mengenai dugaan tersebut, untuk lebih jelasnya masih dalam proses penyidikan,” jelas Kapolsek Ubud.

Informasi yang dihimpun peristiwa terjadi Sabtu (13/2) sekitar pukul 21.00 Wita, korban I Wayan Balik (49), alamat Banjar Kawan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, yang merupakan pecalang setempat melakukan patroli PPKM di Seputaran Desa Mas bersama tiga orang rekannya yakni I Made Dita (42), alamat Banjar Kumbuh, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, I Wayan Weta, alamat Banjar Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, dan I Wayan Kartika, alamat Banjar Batan Ancak Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Mereka berpatroli menggunakan satu unit mobil Hilux, yang dikemudikan oleh I Made Dita. Sementara I Wayan Balik, I Wayan Weta dan I Wayan Kartika duduk di belakang. Setibanya di Jalan Cempaka, Banjar Kumbuh, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, mereka bertemu dengan pelaku I Made Netra (41), alias Kaprot, alamat Banjar Bangkilesan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, tepatnya di depan Gusde House.

Baca juga:  Jelang PPKM di Bali, Pengaman Pintu Masuk Padangbai Diintensifkan

Pada saat itu sepeda motor pelaku terparkir melintang ditengah jalan sehingga I Made Dita kemudian menghentikan kendaraan patroli selanjutnya I Wayan Balik dan I Made Dita turun dari mobil dan meminta pelaku untuk memindahkan sepeda motornya dan pulang karena hari sudah malam. Atas hal tersebut pelaku pun langsung mengambil sepeda motor miliknya dan pergi masuk ke Villa tempatnya bekerja.

Sebelum melanjutkan partroli I Wayan Balik terlebih dahulu mencuci tangan di depan Villa Gusde House. Namun tanpa disangka pelaku datang kembali sembari mengacung-acungkan sebilah sabit.

Melihat pelaku membawa senjata tajam, keempat pecalang itu ketakutan, I Made Dita langsung berlari ke dalam Villa Gusde House, selanjutnya I Wayan Weta dan I Wayan Kartika yang tadinya masih berada di dalam mobil langsung turun. Weta lari ke arah utara dan Kartika berlari ke arah Selatan. Sedangkan I Wayan Balik yang masih mencuci tangan dihampiri oleh pelaku dan langsung mengayunkan sabit ke arah kepala Balik. Beruntung Balik bisa menghindar dan tidak terkena sabetan sabit, kemudian ia berlari ke arah Utara di Jalan Cempaka.

Baca juga:  Klungkung Kaji BLT dari APBD Bagi Warga Terdampak COVID-19

Saat itu juga pelaku sempat berusaha mengejar korban namun tidak berhasil. Justru pelaku kembali ke tempat memarkir mobil patroli dan merusak lampu sen belakang sebelah kiri mobil tersebut. Atas peristiwa tersebut, korban I Wayan Balik pun langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Posko Covid-19 Desa Mas dan Polsek Ubud dan saat ini sudah ditangani Polsek Ubud. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.