BANGLI, BALIPOST.com – Sejumlah petani di Desa Buahan, Kintamani kini tidak bisa menggarap lahan pertanian secara maksimal. Pasalnya sebagian lahan mereka terendam air danau Batur yang meluap akibat dampak musim hujan.

Seperti yang diungkapkan I Made Antara petani di desa setempat. Kata Antara hujan yang sering mengguyur akhir -akhir ini telah membuat permukaan air danau Batur naik hingga 40 cm. Jika hujan terus mengguyur sampai dua Minggu kedepan diperkirakan air danau meluap hingga ke jalan raya. “Sekarang ketinggian air sudah naik sampe senderan pinggiran jalan di Buahan,” ungkap Antara, Jumat (5/2).

Baca juga:  Kembali Tambah 50 Pasien Transmisi Lokal COVID-19, Seluruh Kabupaten/Kota Sumbang Kasus

Dampak dari naiknya air danau, lanjutnya, membuat lahan pertanian milik warga yang ada di pinggiran danau banyak terendam. Kebanyakan lahan yang terendam berisikan tanaman sayur. “Sekarang intensitas pertanian menurun karena lahan menyempit,”ujar pria yang juga Bendesa Buahan itu.

Selain menyebabkan lahan terendam, musim hujan juga membuat hasil panen tidak maksimal. Seperti hasil panen bawang merahnya yang banyak busuk karena hujan.

Baca juga:  Rusak, Jalan Denpasar-Gilimanuk Diminta Jangan Hanya Ditambal

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma membenarkan bahwa lahan di pinggiran danau Batur tepatnya di Desa Buahan banyak terendam. Dari informasi yang diterimanya dari warga, luas lahan terendam mencapai lima hektare.

Lahan yang terendam kebanyakan berisi tanaman sayuran seperti kubis, yang belum layak panen. Sejauh ini pihaknya mengaku belum sempat turun untuk mengecek kondisi langsung di lapangan. Sehingga belum bisa memperkirakan total kerugian yang dialami petani. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *