Suasana di kawasan Jalan Juanda II Perumahan Buring Satelit, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, yang sebagian warganya mendengar suara dentuman keras pada Selasa (2/2) malam. (BP/Ant)

MALANG, BALIPOST.com – Suara dentuman terdengar di sebagian wilayah Malang Raya, Selasa (2/2) malam. Sumber suara itu belum ditemukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang.

Menurut Kepala BMKG Malang, Ma’muri, berdasarkan data sensor seismik di Malang, Tretes, dan Gedangan, pada Rabu pukul 00.00 sampai 03.00 WIB tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan. “Sampai saat ini, kemi masih belum jelas kepastian sumber suara dentuman tersebut,” kata Ma’muri, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Rabu (3/2).

Selain tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan yang tercatat, BMKG Stasiun Geofisika Malang, juga tidak melihat adanya aktivitas sambaran petir, yang menunjukkan anomali, atau peningkatan aktivitas.

Baca juga:  The Spirit of Lombok Sumbawa, NTB Targetkan 4 Juta Wisatawan

Sementara Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Nia Haerani saat dikonfirmasi menambahkan, pihaknya juga masih belum bisa mengetahui sumber asal dentuman yang terjadi di Malang dan sekitarnya.

Data PVMBG, gunung yang tengah mengalami erupsi adalah Gunung Raung, yang terletak di wilayah Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. Namun Nia tidak bisa memastikan apakah suara dentuman yang terdengar di Malang dan Pasuruan berasal dari Gunung Raung.

Gunung Raung berjarak kurang lebih 156 kilometer dari Kota Malang, Jawa Timur. Berdasarkan laporan masyarakat, lanjut Nia, suara erupsi Gunung Raung terdengar hingga Banyuwangi, yang berjarak kurang lebih 20 kilometer itu.

Baca juga:  Badai "MUN" Landa Laut Cina Selatan, Waspada Gelombang 6 Meter

Hal senada juga dikatakan Koordinator Bidang Kehumasan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Jasyanto. Lapan tidak menemukan laporan khusus mengenai peristiwa di wilayah Malang dan sekitarnya.

Sedangkan, Selasa (2/2) malam hingga Rabu (3/2) dini hari, sejumlah warga Kota Malang di beberapa daerah mendengar adanya dentuman keras. Salah seorang warga Kota Malang di Kecamatan Kedungkandang, Aris Midada mengatakan bahwa dentuman mulai terdengar pada pukul 23.40 WIB.

“Dentuman terasa semakin kencang pukul 23.50 sampai pukul 01.30 WIB. Saya sempat ke luar rumah untuk mencari sumber suara itu,” kata Aris.

Baca juga:  Positif COVID-19 Jangan Distigmatisasi dan Dikucilkan

Selain Aris, warga Kecamatan Kedungkandang lainnya Sri Sukarnawati mengatakan bahwa dirinya mendengar dentuman suara secara terus menerus, mulai pukul 23.30 WIB. Saat itu, Ia tengah tertidur, namun pada saat terbangun dirinya mendengar suara dentuman tersebut.

“Saat itu saya sedang tidur, kemudian terbangun pukul 23.30 WIB. Tidak lama kemudian saya mendengar dentuman itu,” kata Sri, yang mengatakan bahwa dentuman tersebut terdengar hingga kurang lebih pukul 04.00 WIB. Saat ini, suara tersebut sudah tidak lagi terdengar. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.