Kadisdik Klungkung saat turun ke SDN 1 Akah saat pembinaan gugus 2, sambil mengecek pelaksanaan prokes di sekolah setempat. (BP/gik)

SEMARAPURA, BALI POST.com – Kebijakan sekolah daring (dalam jaringan), membuat kondisi gedung sekolah menjadi sorotan. Terutama mengenai kebersihan ruang kelas dan halaman sekolah. Untuk memastikan gedung-gedung sekolah tetap terawat, Dinas Pendidikan Klungkung mengarahkan para guru, agar bertanggung jawab terhadap perawatan gedung, dengan menggunakan sistem piket.

Kepala Dinas Pendidikan Klungkung, Ketut Sujana, Selasa (2/2) mengaku sudah turun ke sekolah-sekolah guna memastikan kondisi gedung, pasca ditinggal lama oleh siswa karena sekolah sistem daring. Dia mengakui rata-rata sekolah yang ditinggal lama oleh siswa memang butuh perawatan khusus. Karena lama tak bisa dimanfaatkan. Terutama ruang kelas dan toiletnya. “Ruang kelas sampai kabangan (dipenuhi sarang laba-laba,” kata Sujana, setelah turun langsung ke sejumlah sekolah, pascadilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan.

Baca juga:  Selama COVID-19, Segini Jumlah Kasus DBD di Jembrana

Agar memastikan kondisi gedung sekolah tetap terawat, para guru diminta tetap ke sekolah dengan sistem piket. Kebetulan, gurunya juga butuh jaringan internet untuk melaksanakan tugas-tugas. Kalau gurunya sedikit, maka harus masuk sekolah semua. Kalau jumlahnya gurunya lebih dari 10 orang, maka bisa diterapkan sistem piket. Mereka memastikan kondisi gedung tetap terawat, termasuk kebersihannya. “Saat kami turun, tak banyak ada kerusakan fisik gedung sekolah. Kecuali di Sulang, kami temukan ada penyengker dan palinggih sekolah ada yang rusak, setelah terjadi cuaca buruk,” katanya.

Setelah dicek satu per satu sekolah di Klungkung Daratan, Sujana mengatakan tugas-tugas guru selama sistem pembelajaran daring ini sudah ditegaskan kembali. Terutama sekolah di pinggiran kota, kebersihannya sudah dipastikan tetap terjamin. “Kerusakan kecil juga terjadi SDN 1 Akah. Tetapi sudah tertangani,” tegasnya, didampingi I Ketut Suastana Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, I Wayan Mastana Kabid Pembinaan Ketenagaan dan
Made Ardana Kasi Kurikulum.

Baca juga:  Operasi Zebra Sasar Sekolah

Ia menambahkan, setelah mengecek hampir seluruh sekolah SD dan SMP di Klungkung Daratan, selanjutnya proses pengecekan kondisi sekolah akan dilanjutkan di wilayah Kepulauan Nusa Penida. Disana ada lebih banyak sekolah lagi, yang harus dipastikan kondisi gedungnya. Total, di seluruh Klungkung ada sebanyak 136 SD, terdiri dari 32 SD di Banjarangkan, 28 SD di Kecamatan Klungkung, 23 SD di Kecamatan Dawan dan 53 SD di Kecamatan Nusa Penida.

Baca juga:  Lanjutkan Kasus OTT Perijinan, BB Untuk Tersangka Mudana Diserahkan ke Polda

Disinggung mengenai kesiapan sekolah untuk pelaksanaan belajar tatap muka, Dinas Pendidikan katanya sudah melakukan langkah-langkah verifikasi. Hasilnya, seluruh sekolah di Klungkung Daratan sudah siap melakukannya, meskipun diakui ada juga orangtua siswa yang menolak. Kesiapan sekolah ini pun harus dituangkan secara tertulis. Tinggal menunggu arahan dari Bupati Klungkung lebih lanjut kapan bisa diterapkan, karena situasi belakangan belum memungkinkan, lantaran masih dalam suasana PPKM.

“Masih ada lagi 30 sekolah di Nusa Penida yang belum diverifikasi. Saat ini, prosesnya sedang berjalan,” kata Sujana. (Bagiarta/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.