Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno. (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ekonomi Bali yang terpuruk karena sektor pariwisatanya macet dihantam pandemi COVID-19 membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno, khawatir. Kekhawatirannya ini diungkapkan saat ia melakukan pertemuan dengan stakeholders pariwisata dan Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati di KPw BI Bali pada Kamis (28/1).

Menteri Sandiaga dalam pertemuan ini membahas beberapa program yang mungkin dilakukan untuk membantu sektor pariwisata Bali. Dari pinjaman lunak hingga kemungkinan free COVID-19 corridor (FCC) untuk menggaet wisatawan mancanegara (wisman).

Ia mengatakan pariwisata ibarat mesin lokomotif ekonomi Bali yang bisa rusak akibat tidak dirawat. Menparekraf pun mengaku siap pasang badan agar bantuan soft loan untuk pengusaha di Bali sebesar Rp 9,9 triliun bisa dikucurkan.

Baca juga:  Jalur Pupuan Tertutup Longsor, BPBD Gianyar Kerahkan Alat Berat

“Saya khawatir jika tidak dibantu, lokomotif ini akan rusak permanen, jangan sampai lokomotif ini malah rusak. Dan upaya ini diharapkan dapat merawat lokomotif mesin ini supaya fasilitasnya yang tidak terawat, kualitas SDM menurun, tidak terjadi, karena akan sulit untuk dihidupkan ketika border sudah dibuka,” ujarnya.

Menurutnya program ini bisa memberikan darah segar untuk pelaku usaha pariwisata di Bali. Bantuan soft loan ini merupakan salah satu upaya agar mesin lokomotif dapat terus bergerak.

Baca juga:  Peletakan Batu Pertama Kantor MDA Bali, Majelis Diminta Berfungsi dengan Baik

Ia juga membahas program vaksin afirmasi, karena ia melihat ekonomi Bali tumbuh -12,28 persen. “Oleh karena itu, ibarat anak dalam keadaan kurang sehat yang selama ini 55 persen kontribusinya pada pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, bisa mendapatkan perhatian khusus dari sisi vaksin,” ungkapnya.

Selain itu juga ada ide program yang sudah berjalan di Morowali Sulawesi Tenggara, bahwa ada 5.000 naker asing per bulan yang masuk dengan pola tertentu dengan mereka sudah divaksin. “Teman-teman ini mengajukan ke kami dan kami akan memberikan pola yang sama, mungkin diterapkan juga di Bali,” ujarnya.

Baca juga:  Triwulan III, Bali Belum Bisa Keluar dari Pertumbuhan Minus

Konsep FCC akan diberlakukan bagi yang telah mendapatkan vaksin di negara asalnya. Di Bali dilakukan rapid tes antigen. “Mereka bisa langsung beraktivtas karena sudah free COVID-19. Saya akan mempelajarinya,” tandasnya.

Jika rencana ini mendapat dukungan, ia mengajak semua komponen bersama-sama untuk mendorong. Ia berharap upaya ini menjadi motivasi untuk membangkitkan ekonomi Bali dan menyiapkan lapangan pekerjaan, dan mulai menyiapkan kebangkitan sektor pariwisata ini.

Ia juga menyampaikan kabar baik, Bali terpilih menjadi destinasi nomor 1 dari TripAdvisor, mengalahkan London dan destinasi lain. (kmb/balipost)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *