Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pascapenemuan mayat wanita bugil di homestay Jalan Tukad Batanghari, Panjer, Denpasar Selatan, Sabtu (16/1), bagian Forensik RS Sanglah sudah melakukan autopsi pada Selasa (19/1). Ini setelah hasil swab dari wanita yang tewas diduga dibunuh, Dwi Farica Lestari (23) tersebut sudah keluar dan dinyatakan negatif COVID-19.

Terkait hasil autopsi yang sudah dilakukan, bagian SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr. Ida Bagus Putu Alit, DMF. Sp.F., mengungkapkan kematian korban diakibatkan luka iris pada leher. Luka itu mengakibatakan terputusnya 2 pembuluh darah pada leher.

Baca juga:  Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Daerah Didorong Miliki Gakkumdu

Lebih lanjut kata dr Alit, jika dilihat dari polanya, luka iris tersebut, dilakukan dalam beberapa kali irisan. Karena ditemukan luka terbuka pada leher yang menyambung menjadi satu. “Ya kekerasan benda tajam pada leher. Hasil autopsi menunjukkan kematian korban adalah luka iris pada leher yang memutus 2 pembuluh darah di leher,” bebernya saat dikonfirmasi, Rabu (20/1).

Sementara, terkait dugaan adanya kekerasan akibat benda tumpul, pihaknya menyebut tidak ada. Dari tubuh korban hanya ditemukan luka lecet dan memar di sekitar mulut.

Baca juga:  Belakangan Mendominasi Kasus Baru COVID-19, Klaster Pasar Tradisional Ini Terbesar Sumbang Kasus di Denpasar

Ini kata dia, menunjukkan adanya pembekapan saat kejadian. Selain itu, diduga korban sempat melakukan perlawanan.

Karena ditemukan luka memar pada telapak tangan kanan. “Ada luka perlawanan berupa luka memar pada telapak tangan kanan,” terangnya.

Sementara, terkait dugaan kekerasan seksual pihaknya masih menunggu hasil dari puslabfor.(Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *