ngamuk
Ilustrasi. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penyelidikan kasus pembunuhan Dwi Farica Lestari (23) terus didalami polisi. Saat olah TKP beberapa waktu lalu, petugas menemukan pisau lipat diduga dipakai membunuh korban.

Saat ini pisau tersebut sudah diserahkan ke Labfor Mabes Polri Cabang Denpasar. Saat dikonfirmasi hal tersebut, Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan (Densel) AKP Hadimastika membenarkan jika pisau tersebut sudah diserahkan ke labfor. “Kasat mata saya melihat (pisau) ada isi darah. Untuk lebih jelasnya kami serahkan pisau itu ke labfor untuk diperiksa lebih lanjut,” ujarnya, Selasa (19/1).

Baca juga:  Perampok Berpistol Todong Karyawan SPBU

Tidak hanya pisau, pakaian dan helm yang ditemukan di TKP juga diserahkan ke labfor. Hal ini dimaksudkan untuk mengecek jejak yang ditinggalkan pelaku seperti sidik jari. “Kami masih melakukan penyelidikan. Mohon doanya agar pelaku cepat ditangkap,” pintanya.

Hal sama juga disampaikan Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Dewa Anom Danujaya. Menururnya sudah dibantuk tim khusus gabungan dari anggota Polsek Densel, Polresta Denpasar dan Polda Bali.

Baca juga:  Bali Siapkan Karya Seni Topeng Panji

Tim tersebut secara khusus menyelidiki kasus ini. “Masih dilakukan penyelidikan oleh tim ini. Mudah-mudahan cepat terungkap,” ujarnya.

Seperti diberitakan, sudah tiga hari Dwi Farica Lestari (23) asal Subang, Jawa Barat, ditemukan tewas kondisi bugil di kamarnya, homestay lantai 2 kamar No. 1 di Jalan Tukad Batanghari Gang X, Panjer, Densel. Namun pelaku yang menggorok leher korban masih belum teridentifikasi dan polisi masih mendalami keterangan saksi-saksi.

Baca juga:  Begini Pengakuan Penganiaya Satpam Rumjab Bupati Badung

Saat ini polisi masih berupaya mencari rekaman CCTV di seputaran TKP. Selain itu ditelusuri juga driver ojek online yang kenal dengan pria yang terekam CCTV tersebut. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.