Ilustrasi. (BP/Suarsana)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kenaikan kasus COVID-19 per harinya di Bali masih tinggi. Lonjakan kasus ini, bahkan sudah terjadi selama sepekan.

Dari data Satgas Penanganan COVID-19 Bali, tercatat ada 262 kasus dilaporkan pada Minggu (17/1). Kasus baru ini didominasi transmisi lokal dengan jumlah 244 orang sehingga kumulatifnya menjadi 20.700 orang.

Terdapat pula tambahan dari pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) sebanyak 17 orang dengan kumulatif 431 orang. Sedangkan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) bertambah sebanyak 1 orang sehingga totalnya menjadi 313 orang.

Untuk sebarannya, terdapat satu kabupaten nihil tambahan kasus, yaitu Bangli. Sedangkan sumbangan terbanyak dilaporkan 4 kabupaten/kota yang masuk kategori zona merah. Bahkan persentasenya mencapai 81-an persen dari total tambahan kasus hari ini, yakni sebanyak 213 orang.

Posisi pertama adalah Denpasar dengan tambahan 78 orang. Jembrana di posisi kedua dengan 50 kasus baru. Posisi ketiga adalah Badung yang mencatatkan 43 kasus baru. Di posisi keempat adalah Tabanan dengan tambahan 42 kasus.

Baca juga:  DPS Pemilu 2019 Ditetapkan 3.038.877 Pemilih

Sementara itu, empat kabupaten lainnya melaporkan kasus di belasan hingga di bawah 5 orang. Yakni Buleleng dan Gianyar sama-sama melaporkan 17 kasus baru, Karangasem 8 orang, dan Klungkung 1 orang.

Terdapat pula 6 warga dari kabupaten lain terkonfirmasi COVID-19.

Pasien Sembuh

Sementara itu, pasien sembuh masih bertambah. Jumlahnya mencapai 129 orang sehingga kumulatifnya sebanyak 18.455 orang.

Satu kabupaten melaporkan nihil tambahan pasien sembuh. Yakni Karangasem.

Tabanan ada di posisi pertama sebagai penyumbang terbanyak kasus sembuh dengan jumlah 32 orang. Posisi kedua adalah Gianyar dengan 25 pasien sembuh.

Di posisi ketiga adalah Badung yang melaporkan tambahan 20 pasien sembuh. Penyumbang pasien sembuh di posisi keempat adalah Denpasar dengan 19 orang. Posisi kelima adalah Jembrana dengan tambahan 17 pasien sembuh.

Tiga kabupaten lainnya melaporkan pasien sembuh di bawah 15 orang. Yaitu Bangli 13 orang, Buleleng 2 orang, dan Klungkung 1 orang.

Baca juga:  Anjlok, Jumlah Penerbangan dan Penumpang di Bandara Ngurah Rai

Kasus Aktif

Kasus aktif bertambah 132 orang sehingga kumulatifnya 2.398 orang. Sebarannya adalah Denpasar di posisi pertama dengan 668 orang. Posisi kedua diduduki Badung dengan 630 orang.

Posisi ketiga Tabanan dengan 282 orang. Posisi keempat Gianyar dengan 252 orang.

Di posisi kelima ada Jembrana dengan 228 orang. Posisi keenam adalah Buleleng dengan 90 kasus.

Selanjutnya, posisi ketujuh dipegang Karangasem yang memiliki 65 kasus aktif. Posisi kedelapan dipegang Bangli dengan 48 kasus. Posisi kesembilan adalah Klungkung yang melaporkan masih ada 31 kasus aktif.

Selain itu terdapat 94 warga kabupaten lain dan 10 WNA yang masih dirawat.

Korban Jiwa

Terdapat pula 1 orang korban jiwa yang dilaporkan hari ini. Data Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyebutkan pasien meninggal merupakan warga Gianyar.

Pria berusia 55 tahun ini masuk ke RSUD Sanjiwani pada 8 Januari 2021. Terkonfirmasi pada hari yang sama saat masuk ke RS.

Baca juga:  Setengah Jumlah UMKM Bali Ada di Gianyar

Pasien meninggal pada 17 Januari 2021. Penyakit penyerta yang dilaporkan adalah gagal ginjal.

Kumulatif kasus meninggal di Bali mencapai 591 orang. Rinciannya 587 WNI dan 4 WNA.

Dilihat dari sebarannya, Denpasar mencatatkan korban jiwa sebanyak 121 orang ada di posisi pertama. Posisi kedua dipegang Gianyar dengan jumlah korban jiwa 90 orang.

Posisi ketiga adalah Badung dengan korban jiwa sebanyak 78 orang. Posisi keempat adalah Buleleng yang melaporkan korban jiwa mencapai 75 orang.

Tabanan posisi kelima dengan korban jiwa sebanyak 70 orang. Posisi keenam adalah Karangasem yang korban jiwanya mencapai 53 orang. Kemudian, Bangli di posisi ketujuh dengan 40 orang.

Posisi kedelapan adalah Jembrana dengan 35 orang meninggal. Posisi kesembilan adalah Klungkung yang korban jiwanya mencapai 23 orang.

Terdapat pula 2 korban jiwa dari kabupaten lain. (Diah Dewi/Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.